Selalu waspada: cerita seorang mahasiswi Inggris pekerja seks
Mahasiswi Inggris yang disebut sebagai Jenny, 22 tahun bekerja sampingan di industri pelayanan seks sejak usia 18 tahun. Dia mengungkapkan kisahnya kepada BBC.
"Banyak pria yang secara fisik lebih besar dan lebih kuat dari saya. Saya tidak berprasangka mereka akan menekan badan saya dan memaksa saya untuk melakukan hal-hal yang saya tidak mau.
"Saya tidak pernah merasa bahwa misalnya mereka akan memperkosa saya atau apa."
Pilihan mudah
Hukum prostitusi di Inggris tergolong rumit. Jika ada dua orang dewasa setuju untuk melakukan seks dengan imbalan uang, itu legal. Tetapi membuka rumah bordil, iklan layanan seks atau mendorong orang lain agar memberikan jasa seks komersial, tergolong ilegal.
Lima persen mahasiswi bekerja di industri seks
Jenny mengatakan ia tak bisa lagi menghitung jumlah laki-laki yang pernah tidur dengannya. Menurut dia jumlahnya bisa "antara 300 dan 1.000 orang."
Dia mengaku tahu risiko kesehatan akibat tidur dengan begitu banyak orang.
"Saya dites darah setiap tiga bulan. Saya tidak pernah berhubungan seks tanpa kondom dengan mereka (klien) kendati sering diminta, namun saya tak mau ambil risiko."
Jenny berpikir bahwa, seperti juga baginya, uang adalah faktor pendorong bagi sebagian besar mahaiswi yang bekerja di industri seks.
"Seks sudah lebih diterima oleh masyarakat.
Baca tanpa iklan