Kisah Tatsuya Shindo Anggota Yakuza yang Kini Jadi Pendeta
Setelah keluar dari penjara Akita, Tatsuya semakin kuat sehingga dia menjadi orang nomor dua di kelompoknya.
Editor:
Dewi Agustina
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang ibu biar bagaimana pun pasti akan membela anaknya, apa pun yang menimpa anaknya. Kepedihan dan penderitaan ini dirasakan ibunda Tatsuya Shindo, tetapi kini dia sangat bahagia, anaknya yang menjadi mafia Jepang, Yakuza, sudah kembali ke pangkuannya dan bahkan menjadi seorang pendeta.
kembalikan anak saya waktu dia masih muda baru masuk jadi Yakuza," kata ibunda Tatsuya Shindo khusus kepada
Tribunnews.com, Minggu (29/3/2015).
Shindo masuk penjara sedikitnya tiga kali yaitu di Matsumoto, Akita dan di Shimane.
"Sekitar 10 tahun hidupnya habis di penjara plus pergaulannya di kelompok Yakuza. Bahkan saat usia saya 51 tahun
keluar dari penjara Akita saya sempat ditelepon kelompok Yakuza kalau anak saya mau dibunuh. Tatsuya bilang jangan
takut ma, nggak ada apa-apa kok. Lalu dia kembali ke kelompok Yakuza dan mendirikan kelompok sendiri," katanya.
Setelah keluar dari penjara Akita, Tatsuya semakin kuat sehingga dia menjadi orang nomor dua di kelompoknya.
"Karena saya cukup kuat posisinya saat itu, saat ke luar ya tak ada masalah. Lagi pula saya tak ada utang apa pun
dengan kelompok Yakuza sehingga saya akhirnya, setelah keluar dari penjara Shimane, benar-benar tobat dan menjadi
pendeta," papar Tatsuya.
Sementara ibundanya tetap marah-marah saat keluar penjara masih tetap saja di Yakuza.
"Kalau perlu kamu jangan pulang, mama tak mau mengaku lagi sebagai anak. Saking kesal saya bilang begitu sama
dia," papar sang ibu.
Tapi yang namanya ibu, selalu membela anaknya dan membantu anaknya keluar dari penjara.
"Sedikitnya saya tiga kali menjadi penjamin bagi anak saya sehingga keluar penjara lagi, sampai polisi juga
marah-marah mengapa tak bisa menjaga anak saya sendiri. Capek, pusing, kesal dan marah rasanya saat itu, tapi ya
anak sendiri bagaimana ya? Apalagi setelah kakaknya meninggal, sehingga anak saya tinggal dia saja saat ini,"
lanjutnya.
Namun setelah keluar dari penjara Shimane, Tatsuya pulang ke rumah ibunya.
"Kali ini saya benar-benar tobat mau kembali ke rumah ibu saja. Saya sempat tidak percaya saat itu karena bukan
pertama kali demikian. Tapi sejak 14 tahun lalu itu dia kembali ke rumah saya, ternyata benar, dia tobat dan
menjadi pendeta 3 tahun kemudian," ungkapnya.
"Anak itu ternyata memang berada di jalan Tuhan sejak pulang dan 3 tahun belajar menjadi pendeta. Saya bahagia
sekali dan saya umatnya dia pertama yang dibaptis olehnya, kini saya benar-benar sangat bahagia karena anak saya
memang mengikuti jalan Tuhan dan saya pun juga mulai membaca injil saat ini mengikuti anak saya juga," lanjutnya.
Sejak sekitar 2009 ibunda Tatsutya memang membuka Cafe Jun Bride di Kawaguchi, tetapi setelah 3 kali kebakaran
akhirnya berhenti juga dan sekitar enam tahun lalu atau 2009 Tatsuya menjadikan tempat tersebut sebagai gereja
yang bernama Gereja Kristus Tsumibito no Tomo (Teman Orang Berdosa).
"Awalnya hanya 6 orang, lalu tujuh orang, naik 10 orang dan setelah dibantu pers Jepang, banyak berita muncul,
akhirnya banyak yang datang kini sekitar 50 orang dan kadang sampai 50 orang umat hadir di sini sampai penuh
sekali gereja ini," papar ibunda Tatsuya.
Jari kelingking kiri Tatsuya sempat hilang karena kecelakaan saat membawa mobil bosnya.