Gedung Putih Bantah Obama Berbohong soal Pembunuhan Osama bin Laden
Gedung Putih menyatakan, klaim bahwa Pakistan bekerja sama dengan AS untuk membunuh mantan pemimpin Al Qaeda itu "tidak akurat dan tidak berdasar".
Editor:
Hasanudin Aco
Penarikan Bank dari Pakistan pada Desember 2010 setelah kedoknya terbongkar merupakan bagian dari operasi tabir asap untuk menutupi perjanjian AS-Pakistan terkait Bin Laden.
Laporan Hersh mendapat skeptisisme luas di AS dari para analis intelijen dan mantan anggota CIA, termasuk Michael Morrell, yang merupakan Wakil Direktur CIA tahun 2010-2013. "Saya mulai membaca artikel itu tadi malam, saya baru baca sepertiga dan saya berhenti karena setiap kalimatnya tidak benar," kata Morrell kepada CBS News. "Sumber yang Hersh ajak bicara tidak tahu apa-apa tentang apa yang dia bicarakan."
Banyak analis mengecam ketergantungan Hersh kepada seorang pensiunan perwira intelijen. Mereka mengatakan, banyak dari apa yang sumber itu sampaikan kepada wartawan itu tidak sesuai dengan fakta yang diketahui publik dan dapat diverifikasi.
Peter Bergen, yang sudah lama jadi pengamat keamanan untuk CNN dan membuat wawancara televisi pertama dengan Bin Laden tahun 1997, melontarkan kecaman pedas. "Laporan Hersh tentang penyerbuan terhadap Bin Laden merupakan omong kosong belaka yang bertentangan dengan laporan banyak saksi mata dan akal sehat sederhana," tulisnya.
Hersh, yang juga berperan dalam membongkar penganiayaan tahanan AS di penjara Abu Ghraib di Irak tahun 2004, telah menjadi tokoh kontroversial dalam beberapa tahun terakhir terkait kesukaannya merangkul teori konspirasi.
Hersh, Minggu, mempertahankan posisinya. Ia mengatakan kepada CNN bahwa dirinya telah "memeriksa" dan "memverifikasi" sumber-sumber dan informasi untuk artikel tentang Bin Laden itu. "Anda tahu, saya sudah lama dalam bisnis ini, dan saya memahami konsekuensi dari apa yang saya katakan," katanya. [Sumber: The Telegraph].
Baca tanpa iklan