Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Tiga Pemicu Runtuhnya Perekonomian Negeri Para Dewa

Sebenarnya apa penyebab utama krisis finansial di Yunani?

Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Tiga Pemicu Runtuhnya Perekonomian Negeri Para Dewa
Kompas.com
Seorang pria tunawisma tidur berselimutkan kardus di pelataran sebuah toko yang tutup di pusat kota Athena, Yunani. 

TRIBUNNEWS.COM, ATHENA - Meski telah mendapatkan bantuan 240 miiar euro atau lebih dari Rp 3.500 triliun sejak 2010, ekonomi Yunani tetap terpuruk dan hingga kini Negeri Para Dewa itu masih terlilit utang.

Padahal negara-negara zona euro lainnya yang sempat mengalami krisis finansial sudah mulai membaik dan pertumbuhan ekonominya mulai bergerak positif.

Kini Yunani harus menggelar referendum untuk meminta pendapat rakyat apakah akan negeri itu harus menjalankan semua persyaratan yang diminta, termasuk penghematan untuk mendapatkan bantuan keuangan dari IMF atau menolak berbagai persyaratan reformasi ekonomi meski berisiko bangkrut karena gagal membayar utang yang jatuh tempo pada Selasa mendatang.

Sebenarnya apa penyebab utama krisis finansial di Yunani?

Krisis finansial global

Setelah bergabung dengan zona mata uang euro pada 1 Januari 2001, Yunani yang memiliki banyak utang langsung menjadi korban pertama krisis finansial global yang muncul pada 2007-2008.

Imbas krisis finansial global ini tak hanya dirasakan Yunani namun juga membebani 19 negara zona euro karena harus ikut membantu membenahi perekonomian negeri itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Risiko krisis ekonomi semakin besar ketika partai radikal sayap kiri Syriza yang menolak berbagai syarat pengucuran dana talangan memenangkan pemilu.

Perlahan-lahan krisis finansial Yunan memburuk. Utang negara mencapai 107 persen dari penghasilan nasional pada 2007 menjadi 177 persen pada tahun lalu. Angka ini jauh di atas batas yang ditetapkan Uni Eropa yaitu 60 persen.

Berdasarkan data badan pengelolaan utang Yunani, pada Maret tahun ini beban utang negara itu mencapai 312,7 miiar euro atau sekitar Rp 4.600 triliun alias 174,7 persen di atas GDP.

Dalam hal moneter, dengan posisi utang Yunani tahun lalu sebesar 317 miliar euro maka IMF, salah satu kreditor terbesar negeri itu, tak bisa melanjutkan lagi untuk memberikan pinjaman.

Reformasi ekonomi yang gagal

Selama ini, Yunani diselamatkan dua paket bantuan besar. Pertama adalah bantuan 110 miliar euro dari Uni Eropa, IMF dan Bank Sentral Eropa (ECB), dengan syarat Yunani harus melakukan reformasi ekonomi drastis.

Saat situasi ekonomi memburuk, Yunani mendapatkan bantuan dana talangan kedua pada 2012. Bantuan ini termasuk pinjaman sebesar 130 miliar euro dan penghapusan utang sebesar 107 miliar euro oleh para kreditor swasta.

Namun, pencairan bantuan tahap terakhir sebesar 7,2 miiar euri tertunda karena pemerintah Yunani sedang bernegosiasi dengan para kreditor terkait program reformasi ekonomi terbaru.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas