Jepang Kenang 70 Tahun Bom Atom Nagasaki
Reuters dan AFP melaporkan Perdana Menteri Shinzo Abe hadir bersama keluarga korban bom atom Nagasaki
Penulis:
Srihandriatmo Malau
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, NAGASAKI -- Hari ini, Minggu (9/8/2915), tepat 70 tahun bom atom Nagasaki. Pemerintah Jepang memperingati70 bom atom Nagasaki telah merenggut puluhan ribu nyawa di akhir dari perang dunia kedua.
Reuters dan AFP melaporkan Perdana Menteri Shinzo Abe hadir bersama keluarga korban bom atom Nagasaki. Pun Perwakilan dari 75 negara, termasuk Duta besar US Caroline Kennedy, ada di antara warga yang berkumpul di Nagasaki Peace Park.
Ketika lonceng berdentang, seluruh hadirin menundukkan kepala mengheningkan cipta tepat di pukul11:02, waktu ketika pesawat AS B-29 menjatuhkan bom atom dan menewaskan lebih dari 70.000 orang.
Serangan Nagasaki dilakukan tiga hari setelah pembom B-29 Amerika Enola Gay dijuluki "Little Boy" menjatuhkan bom atom di Hiroshima, pengeboman atom pertama dalam sejarah.
Hampir segala sesuatu di sekitar itu terbakar oleh panas hingga 4.000 derajat Celcius (7.200 derajat Fahrenheit) - panas yang cukup untuk melelehkan baja.
Sekitar 140.000 orang diperkirakan telah tewas dalam serangan Hiroshima. Termasuk mereka yang selamat saat kejadian tapi kemudian meninggal akibat radiasi.
Gusi berdarah, gigi pada tanggal, rambut rontok, kanker, kelahiran prematur, cacat pada bayi dan kematian mendadak.
Kedua pemboman menjadi pukulan telah bagi Kekaisaran Jepang, yang akhirnya menyerah pada tanggal 15 Agustus 1945, mengakhiri perang dunia II.
Sementara beberapa sejarawan mengatakan bahwa keputusan itu diambil kaiser Jepang saat itu untuk mencegah lebih banyak lagi jatuhnya korban dalam invasi AS dan Sekutu. Meskipun pertentangan menguat saat itu.
Pada upacara peringatan bom atom di Hiroshima pada hari Kamis lalu, Abe mengatakan Jepang akan mengirimkan sebuah resolusi yang baru untuk menghapuskan senjata nuklir di Majelis Umum PBB tahun ini.
"Sebagai satu-satunya negara yang pernah diserang oleh bom atom... kita mempunyai misi untuk menciptakan sebuah dunia tanpa senjata nuklir," ia mengatakan. (Reuters/AFP)