Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dari Belajar Seremoni Teh Jepang Akhirnya jadi Pengajar Belly Dance

Sebelas tahun awal saya tiba di Nara Jepang. Tiap tahun saya malah punya sekitar 200 murid Belly Dance

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Dari Belajar Seremoni Teh Jepang Akhirnya jadi Pengajar Belly Dance
Foto Richard Susilo
Dessy Lilyan Tambunan (kanan) sedang mengajarkan Belly Dance kepada murid Jepangnya (Kiri). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Hidup manusia tak ada yang tahu akan menjadi apa. Berawal dari belajar seremoni teh di Nara Jepang, malahan kini jadi Pengajar Belly Dance di Jepang yang cukup terkenal.

"Sebelas tahun awal saya tiba di Nara Jepang. Tiap tahun saya malah punya sekitar 200 murid Belly Dance," papar Dessy Tambunan khusus kepada Tribunnews.com Senin malam (12/10/2015).

Kini mulai Januari 2015 Dessy pindah ke Tokyo karena disarankan pihak imigrasi Jepang agar karir nya sebagai Belly Dance dapat meningkat lebih baik lagi.

"Saat di Nara saya juga merasa ada sesuatu yang kurang karena terasa mungkin sangat santai dan agak muter-muter ya kalau bicara.

Lain dengan Tokyo yang langsung kalau berbicara dan harus cepat serta tepat waktu," jelasnya membedakan kedua kota Jepang ini.

Perpindahan ke kota baru Tokyo juga memulai pola kehidupan ke hal yang baru.

Rekomendasi Untuk Anda

"Di Tokyo ternyata banyak orang Indonesia dan baik-baik mau membantu sana-sini ya. Di Nara saya kok gak ketemu orang Indonesia ya?" ungkap pengalamannya tinggal di Nara.

Anak ketiga dari enam bersaudara ini, masih sendiri dalam ulangtahun nya ke-37 Senin (12/10/2015).

Lalu bagaimana masa depannya, "Ya ikut arus saja ya saya belum tahu mesti bagaimana dan masih suka di Jepang," katanya.

Pengajaran Dessy mengenai Belly Dance tampaknya juga tidak mudah diadaptasikan saat berada di Nara.

"Saya berusaha untuk menjelaskan kepada masyarakat di Nara bahwa tarian ini bukan vulgar, bukan untuk menarik para lelaki. Tapi tampaknya masih sulit di terima kalangan wanitanya."

Pelajaran tarian ini juga ternyata dengan belajar sendiri (otodidak) dengan mempelajari DVD serta buku-buku yang terkait Belly Dance.

"Ya begitulah. Sambil belajar sambil berkarya dan meningkatkan kemampuan serta kualitas tarian ini sendiri," ungkap nya lebih lanjut.

Lalu bagaimana murid nya di Tokyo? Saat Tribunnews.com mewawancarainya, ada satu wanita Jepang, Shiraishi, asyik sekali belajar tarian tersebut dari Dessy.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas