Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Gara-gara "Ngobrol" Pakai Bahasa Arab, Pria Ini Diturunkan dari Pesawat, Dikira Teroris

Namun, manajemen maskapai tersebut mengaku tidak menerima keluhan resmi dari Khairuldeen.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Gara-gara
Al Arabiya
Khairuldeen Makhzoomi (26) diturunkan dari pesawat milik maskapai Southwest Airlines hanya karena terdengar berbicara dalam bahasa Arab, 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, AS  - Seorang mahasiswa Universitas Berkeley, California, yang tiba di AS dengan berstatus sebagai pengungsi memiliki pengalaman pahit di negeri itu.

Khairuldeen Makhzoomi mengaku diturunkan dari pesawat terbang di bandara internasional Los Angeles pada awal bulan ini karena terdengar berbicara dalam bahasa Arab.

Dalam pernyataan pers yang diterbitkan pada Minggu (17/4/2016), manajemen Southwest Airlines mengatakan, mahasiswa itu diturunkan dari penerbangan Los Angeles-Oakland pada 9 April lalu.

Khairuldeen Makhzoomi (26) diturunkan untuk ditanyai, dan pesawat itu langsung terbang ketika mahasiswa tersebut masih menjalani proses pemeriksaan.

Namun, manajemen maskapai tersebut mengaku tidak menerima keluhan resmi dari Khairuldeen.

Mereka juga menegaskan sudah mencoba menghubungi pemuda itu, tetapi tak berhasil.

Khairuldeen yang merupakan mahasiswa senior di Berkeley mengatakan, dia tengah menelepon pamannya dan menceritakan soal Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon yang datang mendengarkan pidatonya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya sangat bangga dengan momen itu, dan saya menelepon paman untuk menceritakannya," ujar Khairuldeen kepada harian The New York Times.

Pada akhir pembicaraan itu, Khaeruldeen melanjutkan, dia mengucapkan kata "insya Allah" yang artinya "jika Allah mengizinkan".

Kata-kata itulah yang mungkin dicurigai oleh penumpang lainnya.

Khaeruldeen mengingat, seorang perempuan yang duduk di depannya kemudian memandangnya dengan penuh rasa curiga.

"Waktu itu, saya berpikir, semoga perempuan itu tidak melaporkan saya," kata Khaeruldeen.

Tak berapa lama, seorang pegawai Southwest Airlines yang bisa berbahasa Arab datang, membawanya ke luar pesawat, dan menanyai mengapa pemuda itu berbicara dalam bahasa Arab.

Saat ditanyai itu, Khaeruldeen mengatakan, nasibnya diakibatkan Islamofobia yang terlalu parah di AS.

Nampaknya, pernyataan itu membuat sang petugas marah, dan dia memutuskan agar Khaeruldeen tak boleh naik ke dalam pesawat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas