Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ahli Otomotif Jepang: Pengendara Mobil Otomatis Justru Sebabkan Kecelakaan

Mobil otomatis tanpa pengendara ternyata tidak boleh ada penyetirnya. Dengan ada penyetir justru memungkinkan tingkat kecelakaan semakin tinggi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Ahli Otomotif Jepang: Pengendara Mobil Otomatis Justru Sebabkan Kecelakaan
Tokyo MX
Katsu Hamada, Direktur Otomotif NVIDIA Japan 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mobil otomatis tanpa pengendara ternyata tidak boleh ada penyetirnya. Dengan ada penyetir justru memungkinkan tingkat kecelakaan semakin tinggi.

"Apabila ada orang yang menyetir di belakang kendaraan otomatis, justru memungkinkan kecelakaan semakin tinggi. Hal itu telah kami uji coba beberapa waktu lalu," kata Katsu Hamada, Direktur Otomotif NVIDIA Japan dalam wawancara dengan Tokyo MX, Senin (20/6/2016).

Kemungkinan kecelakaan tersebut karena manusia yang di belakang setir terkadang suka iseng atau mungkin juga ada rasa tak percaya terhadap alat otomatis sehingga ikut pula mengendalikan setir.

"Hal ini akan bertabrakan dengan sistem otomatis yang telah dibuat justru untuk mengendalikan mobil supaya aman tidak terjadi kecelakaan," lanjutnya.

Negara Swedia menurutnya akan memperbolehkan dan meluncurkan mobil tanpa pengendara tahun depan (2017) di masyarakatnya, merupakan yang pertama di dunia dengan sistim Drive PX-2 buatan perusahaan NVIDIA dengan CEO Jen-Hsun Huang.

Mobil tanpa pengendara tersebut sebenarnya terdiri dari tiga alat penting yaitu GPU (Graphic Port Unit), D-Planning yaitu perangkat lunak yang harus mencatatkan semua data segala hal terkait lalu lintas dan response manusia pengendara, serta server yang handal untuk antisipasi akhir pengoperasian otomatis mobil tanda pengendara secara real time, tidak ada jeda waktu sama sekali.

Rekomendasi Untuk Anda

"Data yang dimasukkan ke dalam D-Planning misalnya jenis mobil atau kendaraan sedikitnya ada 40.000 jenis kendaraan dan kategori tersendiri pula, baik mobil biasa, kendaraan komersial, mobil polisi dan sebagainya," kata Mana Murakami, arsitek solusi D-Planning N-Vidia Japan.

Dengan data tersebut mobil dapat mengantisipasi otomatis suasana lingkungan sekitar mobil, misalnya ada mobil ambulans datang dari belakang perlahan mengantisipasi mobil meminggir secara otomatis, memberikan jalan kepada ambulans.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas