Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Terungkap, Begini Cara Licik Ribuan Pemerkosa di Turki Hindari Penjara

Ribuan pemerkosa dan pelaku kekerasan seksual di Turki menghindari penjara dengan...

Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Terungkap, Begini Cara Licik Ribuan Pemerkosa di Turki Hindari Penjara
Kompas.com
Kelompok aksi perempuan Turki menampilkan foto-foto Özgecan Aslan, mahasiswi yang tewas saat menolak percobaan perkosaan atas dirinya, dan korban lain dari kekerasan terhadap perempuan, dalam demonstrasi tahun 2011. 

TRIBUNNEWS.COM, ANKARA - Ribuan pemerkosa dan pelaku kekerasan seksual di Turki menghindari penjara dengan menikahi korbannya,seperti dirilis The Independent, Senin (11/7/2016).

Mahkamah Agung (MA) Turki mengatakan, pihaknya mencatat 3.000 kasus perkosaan yang diselesaikan dengan pernikahan, termasuk insiden yang melibatkan anak-anak.

Mustafa Demirdag, Kepala Departemen Banding MA Turki, yang mengawasi kejahatan seksual di negara itu mengatakan, 3.000 pernikahan telah terdaftar secara resmi.

Situs berita Milliyet, Turki, melaporkan, Demirdag menjelaskan kondisi itu ketika berbicara di komisi parlemen yang dibentuk untuk menyelidiki dan mencegah kejahatan seksual.

Demirdag mengatakan, beberapa kasus yang dipelajari, semuanya menunjukkan, korbannya selain pada orang-orang dewasa juga anak-anak di bawah umur lima tahun.

Dalam satu kasus tertentu, seorang gadis telah diculik dan diperkosa oleh tiga orang, tetapi ketika salah satu pria menikahinya, tuntutan hukum terhadap ketiga pemerkosa pun dicabut.

Menurut Demirdag, sebagai penegak hukum, jenis perkawinan seperti tidak dapat diterima.

Berita Rekomendasi

"Ini kejam karena memaksa seorang wanita untuk menikahi seseorang yang dia tidak inginin dan memaksa korban untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan pelaku," katanya Demirdag.

Menurut departemen banding MA Turki, pelaku kejahatan seperti itu seharusnya dijatuhi hukuman 16 tahun dan delapan bulan penjara.

Sudah ada insiden, bahwa ternyata hukuman belum tentu adil.

Sebagai contoh, Demirdag menyebut kasus seorang gadis 15 tahun yang jatuh cinta dengan seorang anak lalki-laki di lingkungannya.

"Suatu malam seorang gadis menelpon seorang anak laki-laki. Dia mengatakan akan bunuh diri jika anak itu tidak datang menculiknya," kata Demirdag.

"Kemudian anak laki-laki itu menculiknya," tambah Demirdag lagi.

Demirdag mengisahkan, setelah itu pasangan remaja tersebut menikah sesuai dengan norma-norma lingkungan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas