Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemimpin Dunia Kecam Tragedi di Kota Nice Perancis

Menteri luar negeri John Kerry menyebut tragedi Nice sebagai serangan mengerikan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Pemimpin Dunia Kecam Tragedi di Kota Nice Perancis
AP
Tragedi di Nice, Perancis 

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk menyatakan kekhawatirannya bahwa Perancis diserang pada hari nasional.

Ia pun menegaskan dunia berdiri dan bersatu dengan warga Perancis.

"Itu adalah paradoks tragis bahwa korban serangan adalah mereka yang tengah merayakan kemerdekaan, kualitas dan persaudaraan. Kita akan berdiri bersatu dengan keluarga korban, warga Prancis dan pemerintah dalam perang melawan kekerasan dan kebencian," Tusk mengatakan hal itu pada pertemuan pemimpin-pemimpin Asia dan Eropa di ibukota Mongolia Ulaanbaatar.

CINA

Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang mengatakan, "kami sangat mengutuk segala bentuk aksi terorisme."

"Kami menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan kami akan melawan segala macam terorisme."

Belgia

Rekomendasi Untuk Anda

Menteri luar negeri Belgia, Didier Reynders menyatakan keprihatinannya atas kembali Perancis menjadi sasaran serangan teroris.

"Kami mengutuk serangan tersebut, serangan teroris, serangan itu kembali terjadi di Prancis," katanya.

India

Perdana Menteri Narendra Modi mengutuk apa yang disebutnya serangan yang mengerikan di Nice.

"Saya terkejut oleh serangan mengerikan di Nice. Saya sangat mengutuk tindakan kekerasan seperti itu ceroboh. Hati dan pikiran saya untuk keluarga almarhum."

"Saya berdoa agar yang terluka segera dipulihkan. India berbagi rasa sakit dan berdiri kokoh dengan saudara dan saudari Perancis. Kami juga merasakan cuka mendalam,"kata Modi.

Australia

Menteri luar negeri Julie Bishop mengatakan tiga warga negara Australia menderita luka ringan.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas