Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Presiden Turki Dikhianati, Ternyata Dalang Kudeta Adalah Ajudannya Sendiri

Dalam pengakuannya kepada penyidik bahwa dia memang melakukan keputusan yang salah terlibat dalam kudeta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Presiden Turki Dikhianati, Ternyata Dalang Kudeta Adalah Ajudannya Sendiri
Daily Sabah/EPA Photo
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tampak ikut memanggul peti mati korban kudeta dalam upacara pemakaman para korban kudeta di Masjid Fatih, Istanbul, Turki, pada Minggu (17/7/2016). 

Dia malah mengatakan, kudeta ini adalah hasil kerja misi asing yang ingin melihat Turki terpecah belah.

Letkol Levent Turkkan

Letkol Turkkan adalah ajudan Panglima AB Turki Jenderal Hulusi Akar dan kerap difoto berada di samping sang jenderal.

Akar sempat ditahan beberapa jam oleh para pelaku kudeta dan didaulat sebagai pahlawan oleh pemerintah.

Kantor berita Anadolu memublikasikan pernyataan Turkkan yang mengaku dia adalah anggota gerakan pimpinan Fethulah Gullen.

Dia juga mengaku memasang penyadap di kantor pendahulu Akar, Jenderal Necdet Ozel.

"Sya menaruh alat perekam di kantornya di pagi hari dan mengambilnya di malam hari," ujar Ozel.

Rekomendasi Untuk Anda

Ali Yazici, ajudan Presiden Erdogan

Yazici telah menjadi ajudan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan  sejak 2015. Selain itu dia juga menjadi penasihat militer dan kerap terlihat bersama Erdogan dalam berbagai kegiatan resmi.

Dalam pengakuannya kepada penyidik bahwa dia memang melakukan keputusan yang salah terlibat dalam kudeta.

Namun, Yazici membantah dia adalah anggota gerakan Fethulah Gullen dan tak memiliki hubungan dengan ulama tersebut.

"Bagi saya Fethulah Gullen adalah pemimpin organisasi teroris," kata Yazici.

Jenderal Mehmet Disli

Jenderal Disli diduga mengendalikan operasi untuk mengangkap Jenderal Hulusi Akar dalam kudeta tersebut.

Ironisnya, dia adalah saudara laki-laki dari Saban Disli, wakil sekjen Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas