Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sengketa Perairan, Xanana Gusmao Bakal Tekan Australia di Den Haag

Xanana Gusmao menjelaskan pihaknya akan memberikan tekanan kepada Australia terkait sengketa perairan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Sanusi
zoom-in Sengketa Perairan, Xanana Gusmao Bakal Tekan Australia di Den Haag
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden pertama Timor Leste Xanana Gusmao menyampaikan pidato kepemimpinan dalam acara "Supermentor-6: Leaders", di Jakarta, Minggu (17/5/2015) malam. SBY menyampaikan pandangannya mengenai Filosofi Hidup, Resep Sukses, etos Kerja dan Ilmu Kepemimpinan bersama tokoh negarawan SBY, BJ Habibie, dan Try Sutrisno dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Nasional ke-107. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis Timor Leste, Xanana Gusmao menjelaskan pihaknya akan memberikan tekanan kepada Australia terkait sengketa Laut Timor.

"Kami akan memaksa sedikit ke Australia minggu depan di Den Haag," jelasnya saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (21/8/2016) malam.

Mantan perdana menteri Timor Leste itu menegaskan bahwa batas kemaritiman dari putusan Konvensi PBB mengenai Yurisdiksi Batas Maritim dan Hukum Laut (UNCLOS) adalah miliki negara mereka.

"Tapi Australia tidak mau tahu soal itu. Jadi kami akan membahas nanti di Belanda," tambahnya.

Pada 20 Mei 2002, Timor Leste dan Australia membuat perjanjian tentang pembagian sumber alam di Timor Leste.

Meski demikian, kedua negara itu belum memiliki batas maritim. Timor Leste lantas mengirim surat perundingan ke PBB untuk menentukan batas laut.

Timor Leste meyakini, putusan Konvensi PBB mengenai Yurisdiksi Batas Maritim dan Hukum Laut (UNCLOS) akan membuat sebagian besar cadangan minyak di Laut Timor berada di dalam wilayahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, Australia telah menarik diri dari Konvensi PBB mengenai Yurisdiksi Batas Maritim dan Hukum Laut (UNCLOS) ini.

Timor Leste sudah mengirim surat ke Mahkamah Internasional pada 28 Juli lalu terkait dengan sengketa batas laut dengan Australia.

Kemudian pada 29 Agustus nanti, perwakilan negaranya akan kembali ke Den Haag untuk memulai perundingan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas