Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Sebut Hitler, Presiden Filipina Minta Maaf kepada Kaum Yahudi

Ia mengakui bahwa pernyataannya pekan lalu meninggalkan kesan buruk pada banyak orang.

Sebut Hitler, Presiden Filipina Minta Maaf kepada Kaum Yahudi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Istana Merdeka saat melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, Jakarta, Jumat (9/9/2016). Kunjungan Presiden Duterte ke Indonesia untuk membahas penyanderaan WNI, keamanan laut Sulu, calon jemaah haji ilegal yang menggunakan paspor Filipina, dan pemberantasan narkoba. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, FILIPINA - Presiden Filipina Duterte hari Jumat (30/9/2016) mengatakan, “Hitler membantai tiga juta warga Yahudi, kini ada tiga juta pecandu narkoba di sini. Saya senang bisa membantai mereka.”

Presiden Filipina Rodrigo Duterte  “dengan tulus meminta maaf” kepada komunitas Yahudi di dunia, karena membandingkan perang melawan pedagang narkoba yang dilakukannya di Filipina dengan holocaus Nazi pada Perang Dunia Kedua.

“Saya ingin menegaskan di sini bahwa tidak pernah ada niat untuk merusak kenangan atas pembunuhan enam juta warga Yahudi oleh Jerman,” ujar Duterte dalam pembukaan sebuah festival di kota Bacolod kemarin.

Ia mengakui bahwa pernyataannya pekan lalu meninggalkan kesan buruk pada banyak orang.

Tetapi ditambahkannya, bahwa ia tidak akan minta maaf kepada para pengecam atas penumpasan yang kerap dilakukan secara keras dan tegas terhadap pengguna, produsen, dan penjual narkoba.

Perang melawan narkoba yang dilakukan Duterte diperkirakan telah menewaskan sekitar tiga ribu orang, yang banyak di antaranya dilakukan tanpa pengadilan. Duterte menggunakan kata-kata keras terhadap pengacara Uni Eropa dan pejabat-pejabat HAM PBB yang “bodoh”, yang telah mengecam kampanye anti-narkoba yang dilakukannya, dan ia mengancam akan mengusir mereka dari Filipina.

Duterte hari Jumat (30/9) mengatakan, “Hitler membantai tiga juta warga Yahudi, kini ada tiga juta pecandu narkoba di sini. Saya senang bisa membantai mereka.”

Para sejarawan mengatakan jumlah warga Yahudi yang dibunuh oleh Nazi sedikitnya enam juta orang.

Pembantu-pembantu Duterte mengatakan ia marah dan menanggapi pernyataan pejabat-pejabat PBB yang membandingkan strateginya dengan pembantaian massal Hitler dan diktator Uni Soviet Josef Stalin.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner menyebut pernyataan Duterte “mengganggu” dan menunjukkan kemunduran signifikan tradisi Filipina atas martabat dan kedaulatan. [em]

Sumber: VOA Indonesia

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas