Jumlah macan tutul salju turun karena 'balas dendam'
Ratusan ekor macan tutul salju dibunuh pemburu gelap setiap tahun di pegunungan tinggi Asia, demikian disebutkan laporan baru.
Kajian ini mendesak adanya ganti rugi yang lebih besar bagi masyarakat setempat untuk melindungi binatang ini.
"Meskipun terjadi penurunan permintaan kulit macan tutul salju, pembunuhan akan terus berlangsung kecuali kita semua bekerja sama untuk mengurangi secara besar-besaran konflik manusia-alam dan memastikan masyarakat pegunungan dapat hidup berdampingan dengan macan tutul salju," kata Rishi Sharma dari WWF, salah satu penulis laporan.
"Skema ganti rugi dan karang kebal-pemangsa yang inovatif menciptakan perubahan tetapi kami sangat memerlukan perluasan hal ini agar masyarakat diuntungkan, disamping macan tutul salju di pegunungan tinggi Asia."
Langkah positif
Di Shamshy, Kirgistan, macan tertangkap kamera dan keberadaannya menunjukkan bahwa konservasi telah membuahkan hasil.
Meskipun terjadi peningkatan tekanan terhadap macan tutul salju dari manusia dan perubahan iklim, terdapat sejumlah keberhasilan dalam mengubah kecenderungan ini.
Di Kirgistan, usaha yang melibatkan pemerintah dan pegiat lingkungan telah menjadikan bekas daerah perburuan Shamshy menjadi tempat perlindungan alam. Peningkatan jumlah ibex membuat macan tutul salju kembali memasuki daerah tersebut seperti terlihat pada bukti sejumlah foto-foto.
"Kamera pertama menjebak foto kucing besar memasuki daerah ini sangat mengingatkan bahwa jika kita bekerja sama, kita dapat melindungi daerah kehidupan alam penting agar spesies seperti macan tutul salju diberikan tingkat perlindungan yang diperlukan agar bisa bertahan hidup," kata Sally Case dari David Shepherd Foundation yang bekerja sama dengan pemerintah Kirgistan dan Snow Leopard Trust untuk mengembangkan Shamshy.
Sementara tempat tersebut terlalu kecil untuk menjadi tempat tinggal populasi macan tutul salju dalam jumlah besar, kawasan ini dapat menjadi habitat inti yang lebih besar dalam beberapa tahun ke depan.
"Kami sangat senang menyaksikan macan tutul salju di Shamshy," kata Musaev Almaz dari Departemen Penggunaan Sumber Daya Alam pemerintah Kirgistan.
Baca tanpa iklan