Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pasutri Ini Dibayar Rp 1,3 Juta Setiap Kali Bunuh Pengedar Narkoba

Perang melawan narkoba yang dikobarkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte ternyata menjadi mata pencaharian bagi sebagian warga negeri itu.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pasutri Ini Dibayar Rp 1,3 Juta Setiap Kali Bunuh Pengedar Narkoba
Mirror
Seorang terduga pengedar narkoba tewas ditembak orang tak dikenal di salah satu sudut kota Manila, Filipina. 

Sheila mengaku, setiap kali pulang setelah melakukan tugas pembunuhan dan melihat anak-anaknya, rasa bersalah muncul dari dalam hatinya.

Namun, dia berusaha sebisa mungkin untuk membenarkan keputusannya karena semua dilakukan demi menghidupi anak-anaknya.

"Saya katakan kepada diri sendiri, orang yang saya bunuh jauh lebih buruk ketimbang saya. Dia akan menghancurkan lebih banyak orang lagi jika tidak dibunuh. Maka dia harus mati dan itu bukan kesalahan saya," ujar Sheila.

"Saya tak bersalah. Jika dia bukan orang jahat maka dia tak akan mungkin terlibat dalam situasi ini," tambah Sheila.

Meski kerap merasa bersalah, Sheila mengaku, dia tak bisa begitu saja berhenti dari pekerjaan berbahaya ini.

Dia khawatir, akan menjadi sasaran agar tak mengungkap rahasia kelompok pembunuh bayaran tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas