Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Memotong rumah dan tinggal seatap dengan 20 orang agar tidak digusur

Warga Kampung Tongkol melakukan berbagai upaya agar lingkungannya tidak lagi dituduh kumuh dan menyebabkan banjir.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Sejalan dengan itu, salah satu arsitek yang ikut mengerjakan Rumah Contoh, Andrea Fitrianto, mengungkapkan jarak tiga sampai lima meter itu sudah cukup untuk memberikan akses bagi kebutuhan dasar seperti "gerobak sampah dan mobil pemadam kebakaran."

Andrea Fitrianto

Andrea Fitrianto dari Architecture Sans Frontieres Indonesia sedang berbincang dengan Ratna.

"Kalau dibuat sampai 15 meter, artinya kita mengubah pola lingkungan dari yang awalnya pejalan kali, menjadi yang bisa diakses mobil. Sebelumnya warga bisa bincang-bincang pinggir sungai, kemudian akan bising karena mobil bisa lewat dan ujung-ujungnya dikomersialkan, akan dibangun ruko dan kafe, sehingga hilang ciri khas kampung," papar Andrea.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 4/4
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas