Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kasus Kim Jong Nam, Malaysia Minta Interpol Ikut Tangkap 4 Warga Korut

Malaysia telah meminta Interpol untuk ikut memantau dan menangkap empat warga Korea Utara yang buron terkait pembunuhan Kim Jong Nam

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Kasus Kim Jong Nam, Malaysia Minta Interpol Ikut Tangkap 4 Warga Korut
Istimewa
Kim Jong Nam saat berada di Tokyo Jepang pada bulan Mei 2001, dia ditahan karena menggunakan paspor palsu. 

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Malaysia telah meminta Interpol, Kamis (23/2/2017), untuk ikut memantau dan menangkap empat warga Korea Utara yang buron terkait kasus pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korut Kim Jong Un.

Jong Nam dibunuh di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) 2 pada Senin (13/2/2107). Pejabat Amerika Serikat dan Korea Selatan memastikan Korut sebagai dalam pembunuhan, yang disangkal oleh Pyongyang.

Kepala Polisi Khalid Abu Bakar, Kamis, mengatakan, dua perempuan – satu warga Vietnam dan satu warga Indonesia – telah ditangkap pekan lalu karena memang sengaja dan sadar mengusapi wajah korban dengan bahan beracun.

Khalid menolak kalau mereka telah menjadi perantara yang digunakan oleh agen intelijen asing, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Polisi Malaysia juga telah menangkap seorang pria Korut, tetapi masih mencari tujuh orang lainnya yang diduga tersangkut pembunuhan Jong Nam.

Hyon Kwang Song, Sekretaris Dua Kedubes Korut di Kuala Lumpur, dan Kim Uk Il, seorang kru atau staf maskapai penerbangan Korut, Air Koryo, termasuk di antara warga Korut yang dicari untuk dimintai keterangan.

Khalid kepada para pekerja pers mengatakan, pihaknya telah menghubungi Interpol untuk ikut melacak keberadaan empat warga Korut, yang diduga telah terbang kembali ke Korut tak lama setelah pembunuhan Jong Nam.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Khalid, polisi juga telah mengirim surat kepada Kedubes Korut di Kuala Lumpur untuk meminta keterangan dari Kwang Song dan Uk Il.

"Anda tidak perlu bersebunyi, Anda tidak perlu takut untuk bekerja sama, Anda harus bekerja sama," kata Khalid.

Duta Besar Korut pekan lalu menyatakan negaranya "tidak bisa mempercayai" Malaysia dalam menangani penyidikan kasus ini.
Selain itu, Pyongyang juga menuduh Malaysia "berkolusi dengan kekuatan luar," merujuk secara tidak langsung pada Korsel.( Pascal S Bin Saju)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas