Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Serangan London Tak Terkait ISIS

Kepolisian Inggris mengatakan, tidak menemukan bukti Khalid Masood, pelaku serangan di Westminster dengan ISIS

Editor: Sanusi
zoom-in Serangan London Tak Terkait ISIS
HUNTLEYS SCHOOL/BBC
Adrian Ajao (yang ditandai lingkaran), saat berumur 15 tahun pada 1980-an di sekolah Huntleys School, Tunbridge Wells, Kent, Inggris. 

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Kepolisian Inggris mengatakan, tidak menemukan bukti Khalid Masood, pelaku serangan di Westminster, London, pekan lalu, memiliki kaitan dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Al Qaeda.

Pejabat senior unit antiterorisme, Neil Basu menegaskan, tidak ada bukti yang mendukung spekulasi bahwa Masood mengalami radikalisasi saat mendekam di penjara pada 2003.

"Tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut," kata Basu.

Ia mengatakan, serangan yang menewaskan empat orang ini menggunakan mobil dan pisau sebagai senjata.

Berdasarkan fakta ini disimpulkan aksi Masood didasarkan pada teknologi rendah, didasarkan pada teknik dengan ongkos yang tidak mahal.

Serangan yang berlangsung pada Rabu (22/3/2017) pada pukul 14.40 tersebut hanya berlangsung selama 82 detik.

Masood memacu kendaraan dengan kecepatan hingga sekitar 122 kilometer per jam lalu menabrak sejumlah orang di trotoar Jembatan Westminster, menabrak pagar kompleks gedung parlemen sebelum menikam seorang anggota polisi.

Rekomendasi Untuk Anda

Pria berusia 52 tahun ini kemudian tewas ditembak oleh aparat keamanan bersenjata yang menjaga gedung parlemen..

Masood terlahir dengan nama Adrian Elms kemudian mengadopsi nama keluarga ayah tirinya Ajao. Belakangan ia mengubah namanya menjadi Khalid Masood.

ISIS mengklaim bahwa Masood adalah "salah satu tentaranya" namun Neil Basu menepis klaim ini.

"Ia meniru metode serangannya dari serangan lain ... ada kesan bahwa 'ISIS berperan di sini' terkait dengan metode serangan dan juga sasaran yang ia pilih yaitu warga sipil dan polisi," kata Basu dalam wawancara dengan program BBC, Panorama.

"Tapi saya tak punya informasi bahwa ia membahas rencana serangannya dengan pihak-pihak lain," kata Basu.(Ervan Hardoko)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas