Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Seorang Warga Indonesia 'Dipaksa' Lepas Hijab di Bandara Roma Italia, Ini Penyebabnya

Media asing sempat diramaikan oleh pemberitaan soal Aghnia Adzkia, seorang WNI yang dipaksa melepas hijabnya saat berada di bandara Italia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Seorang Warga Indonesia 'Dipaksa' Lepas Hijab di Bandara Roma Italia, Ini Penyebabnya
The Sun/Facebook
Aghnia Adzkia, seorang WNI yang dipaksa melepas hijabnya saat berada di bandara Italia. 

TRIBUNNEWS.COM, ROMA - Prosedur pengamanan di negara-negara Eropa menjadi alasan mengapa sebuah bandara di Italia memaksa seorang warga negara Indonesia (WNI) melepas hijabnya saat diperiksa di bandara tersebut.

Media asing sempat diramaikan oleh pemberitaan soal Aghnia Adzkia, seorang WNI yang dipaksa melepas hijabnya saat berada di bandara Italia.

Melalui media sosial, Aghnia Adzkia menceritakan pengalamannya di Bandara Ciampino, Roma, Italia.

Sekitar awal April lalu, Aghnia Adzkia akan terbang ke London, Inggris, melalui bandara tersebut.

Baca: Polisi Berhijab Ini Tewas Saat Coba Lindungi Umat Kristen

Namun, di sana Aghnia Adzkia malah mendapat perlakuan "tak adil" dari staf bandara lantaran dipaksa melepas hijab demi alasan keamanan.

Atas hebohnya pemberitaan soal Aghnia Adzkia, pihak Bandara Ciampino kemudian merilis pernyataannya terkait hal tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Apa yang dialami oleh Aghnia Adzkia semata terkait dengan prosedur keselamatan," demikian pernyataan Bandara Ciampino, Sabtu (15/4/2017).

Menurut pihak bandara, saat Aghnia Adzkia melewati alat pemeriksaan badan, alarm peringatan di bagian pemeriksaan kepala berbunyi.

"Karena itu diperlukan penyelidikan atas kasus tersebut, yang tentu tak bisa diabaikan begitu saja," kata pihak bandara.

Itu sebabnya staf bandara kemudian meminta Aghnia Adzkia untuk pergi ke sebuah ruangan tertutup, di mana petugas bisa memeriksa area kepalanya.

"Seperti yang telah diatur tegas dalam hukum di negara-negara Eropa, yang bertujuan untuk menjamin keamanan warga sipil," lanjutnya.

Baca: Nike Terancam Diboikot Gara-gara Luncurkan Produk Hijab

Pihak bandara juga mengatakan bahwa dokumen berisi undang-undang yang mengatur prosedur pengamanan nasional telah diberikan pada Aghnia.

"Peraturan itu sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh staf kami. Tapi karena ia terus menolak, petugas kami terpaksa memindahkannya," jelas pihak bandara.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas