Kisah Macron, Presiden Terpilih Perancis yang Muda dan Ganteng, Serta Istrinya yang Lebih Tua
Seperti telah diprediksi sebelumnya, Emanuel Macron akhirnya memenangi Pilpres Perancis putaran kedua, Minggu (7/5/2017) waktu setempat.
Penulis:
Hasanudin Aco
"Dia sebaiknya mencalonkan diri pada 2017 karena pada 2022 masalahnya adalah wajah saya," kata dia berbicara kepada temannya yang dikutip di dalam buku Nicolas Prissette "Emmanuel Macron en marche vers l’Élysée".
Brigitte Trogneux lahir pada 13 April 1953. Dia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dari keluarga kaya pembuat cokelat di sebelah utara kota Amiens yang menikah dengan seorang bankir di mana dari pernikahannya itu mereka dikaruniai tiga orang anak.
Pada 1993, di perguruan tinggi Providence Jesuit di mana dia mengajar bahasa Perancis dan drama, Macron muda belajar drama di bawah pengawasannya.
Tahun berikutnya, keduanya menulis ulang sebuah drama bersama, mengadaptasinya untuk memasukkan lebih banyak peran.
Peran formal
"Sedikit demi sedikit, saya benar-benar berada di bawah kecerdasan anak muda ini," kata Trogneux kepada France 3 TV, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Ketika rumor mulai beredar tentang hubungan mereka, Macron meninggalkan Amiens untuk menyelesaikan tahun terakhir sekolahnya di Lycee Henri IV, sekolah bergengsi di Paris.
"Kau tidak bisa menyingkirkan saya, saya akan kembali dan saya akan menikahimu," kata Macron kepada Trogneux menurut penulis biografinya.
Ditanya tentang peran apa yang akan Trogneux mainkan di istana Presiden jika dia terpilih, Macron telah mengatakan bahwa dia akan mengusulkan selama minggu-minggu pertama kepresidenannya, sebuah peran formal dibuat untuk Ibu Negara Perancis dan dia akan memiliki kebijakannya sendiri untuk mendefinisikan peran itu.
"Dia akan memiliki eksistensi, dia akan memiliki suara di sana, pandangan tentang berbagai hal. Dia akan berada di sisi saya, seperti dulu, tapi dia juga memiliki peran publik," ujar Macron.
SumberAnt/Reuters/BBC Indonesia/Kompas.com