Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pesawat Baling-baling SDF Jepang Mau Bantu Pasien Darurat Jatuh, 4 Meninggal

Pesawat kecelakaan karena udara sangat berkabut dan mereka menggunakan instrumen baca posisi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Pesawat Baling-baling SDF Jepang Mau Bantu Pasien Darurat Jatuh, 4 Meninggal
Richard Susilo
Laksamana AL, Katsutoshi Kawano, Chief of Staff ke-5, Joint Staff (Panglima SDF Jepang yang ke-5) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pesawat baling-baling LR2 yang ditumpangi anggota pasukan bela diri Jepang (SDF) yang mau membantu pasien darurat di sebuah rumah sakit Hakodate Hokkaido, malahan kecelakaan dan mengakibatkan 4 penumpangnya tewas langsung menabrak gunung dekat bandara Hakodate Hokkaido kemarin (15/5/2017).

"Pesawat kecelakaan karena udara sangat berkabut dan mereka menggunakan instrumen baca posisi, tidak melihat keadaan di depannya yang terganggu kabut tersebut," papar ahli penerbangan Jepang Kobayashi Hiroyuki Selasa ini (16/5/2017).

Dipastikan pilot terlambat mengantisipasi ketinggian 1000 meter dan saat itu diduga kuat ketinggian 900 meter sehingga langsung menabrak gunung yang tak terlihat di depannya.

"Dari gambar lokasi hancurnya pesawat, jarang ada pohon tumbang di dekatnya, terbukti pesawat tidak mengurangi kecepatan sehingga langsung menghantam gunung Hokuto dan hancur berantakan," tambahnya.

Pesawat dari bandara Ogadu Sapporo Hokkaido mau menuju bandara Hakkodate. Sekitar 30 kilometer sebelah barat Hakkodate pesawat jatuh.

Korban yaitu Letnan Pilot Takami Miyaguchi (53), co-pilot Tomonori Yanagida (41), mekanik Okaya Takamasa (42), personil perawatan Hiroaki Tamaki (28) .

Rekomendasi Untuk Anda

Pagi ini (16/5/2017) tim penyelamat SDF mencari dan menemukan rongsokan pesawat dan para korban, sekaligus melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kejadian tersebut.

Panglima SDF Jepang Laksamana AL, Katsutoshi Kawano, Chief of Staff ke-5, Joint Staff menyayangkan sekali kejadian tersbeut.

"Kami benar-benar dalam duka cita mendalam dan sangat menyayangkan kejadian tersebut," paparnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas