Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS Serang Stasiun Radar Iran, Teheran Ancam Bikin Timur Tengah Terbakar Api Perang

Iran mengancam akan membuat kawasan Timur Tengah terbakar oleh api perang dengan melancarkan serangan ke semua pangkalan AS yang ada di sana.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in AS Serang Stasiun Radar Iran, Teheran Ancam Bikin Timur Tengah Terbakar Api Perang
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
RUDAL IRAN - Tangkapan layar media sosial yang menunjukkan puing rudal terbakar dari serangan Iran ke Bandara Internasional Kuwait, Rabu (3/6/2026). Iran menyerang langsung Kuwait dengan dalih sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat terhadap kapal tanker dan fasilitas minyak mereka. 

AS Serang Stasiun Radar Iran, Teheran Ancam Timur Tengah Akan Terbakar Api Perang

Ringkasan Berita:
  • Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata melalui serangan terhadap fasilitas radar di wilayahnya.
  • Teheran memperingatkan tindakan Washington dapat memicu eskalasi dan mengancam stabilitas Timur Tengah.
  • Iran meminta negara-negara kawasan tidak membantu operasi militer AS serta mendesak PBB mengambil langkah cepat.

 

TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Iran memperingatkan bahwa serangan militer Amerika Serikat berisiko menyeret Timur Tengah kembali ke pusaran konflik.

Kementerian Luar Negeri Iran menilai Washington telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dan meningkatkan ancaman terhadap stabilitas kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan serangan terhadap sejumlah stasiun radar Iran di Goruk dan Pulau Qeshm.

Baca juga: Mengapa AS Melancarkan Serangan ke Pulau Qeshm di Selat Hormuz?

Operasi itu dilakukan di tengah serangkaian serangan drone yang terjadi di kawasan.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan ke pangkalan-pangkalan militer AS di wilayah Timur Tengah.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam pernyataan resminya, dikutip Minggu (7/6/2026) Kementerian Luar Negeri Iran menyebut pelanggaran gencatan senjata yang berulang menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki keinginan untuk meredakan ketegangan maupun kembali ke jalur stabilitas.

Menurut Teheran, tindakan yang disebut sebagai kebijakan “petualangan militer” tersebut justru menempatkan kawasan pada risiko yang lebih besar.

Iran menegaskan bahwa pemerintah AS harus bertanggung jawab atas konsekuensi dari tindakan yang dianggap melanggar hukum internasional tersebut, termasuk jika terjadi peningkatan eskalasi di masa mendatang.

Iran juga menegaskan akan mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasionalnya dengan memanfaatkan seluruh kemampuan yang dimiliki.

Selain itu, pemerintah Iran menyerukan kepada negara-negara di kawasan agar tidak menyediakan wilayah maupun fasilitas yang dapat digunakan Amerika Serikat untuk melancarkan operasi militer terhadap Iran.

Lebih lanjut, Teheran meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta berbagai organisasi internasional untuk memberikan respons yang cepat dan efektif terhadap tindakan Amerika Serikat.

Iran juga mendesak komunitas internasional mengambil langkah konkret guna mencegah semakin memburuknya situasi keamanan dan stabilitas di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut menambah ketegangan dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat yang kembali memanas setelah rangkaian aksi militer kedua negara dalam beberapa hari terakhir.

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas