Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengenal Sosok Omar dan Abdullah Maute, Pendiri Kelompok Maute Penyerang Filipina

Omar dan Abdullah Maute merupakan keturunan suku Maranao, warga lokal Lanao, daerah berpenduduk mayoritas muslim di Mindanao.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Mengenal Sosok Omar dan Abdullah Maute, Pendiri Kelompok Maute Penyerang Filipina
The Guardian/AFP/Getty Images/Ted Aljibe
Militer Filipina dikerahkan untuk menggempur ISIS di Marawi Filipina. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania

TRIBUNNEWS.COM, MARAWI - Di balik aksi teror mematikan di Kota Marawi, Filipina, ada sebuah kelompok militan yang telah menyampaikan sumpah setianya kepada ISIS.

Kelompok tersebut dituduh menjadi dalang aksi teror di Filipina Selatan yang dikenal sebagai kelompok Maute.

Kelompok Maute terbentuk lebih dari dua tahun lalu di Butig, Mindanao, Filipina.

Tepat setelah keberadaan ISIS di Timur Tengah menjadi sorotan.

Pendirinya adalah dua kakak beradik bernama Omar dan Abdullah Maute.

Awalnya mereka menamai kelompok tersebut 'Daulah Islamiah' sebelum akhirnya lebih dikenal dengan nama 'Maute'.

Rekomendasi Untuk Anda

Omar dan Abdullah Maute merupakan keturunan suku Maranao, warga lokal Lanao, daerah berpenduduk mayoritas muslim di Mindanao.

Sebelum secara aktif berjihad, keduanya mendalami ilmu teologi Islam sembari mengikuti akademi-akademi sekuler di Suriah dan Uni Emirat Arab.

Omar dan Abdullah Maute sama-sama menyuarakan kebencian terhadap umat non-muslim dan bersikeras ingin mendirikan khilafah di Filipina.

Dari sisi kehidupan personalnya, Omar Maute diketahui memiliki istri dari Indonesia yang pernah ditemui ketika masih belajar ilmu teologi.

"Satu dari pendiri kelompok Maute, Omarkhayam, menikah dengan seorang perempuan dari Indonesia, yang ia temui saat belajar di Mesir," kata seorang anggota badan intelijen di Manila.

Menurut informasi yang didapat, perempuan tersebut merupakan putri dari seorang ulama.

Bagi warga muslim di Mindanao, Maute hingga kini dikenal sebagai kelompok fanatik pendukung ISIS yang memiliki misi dan menimbulkan ancaman berbahaya.

Sebanyak 103 orang dikabarkan tewas akibat aksi penyerbuan tersebut, yang tingkat keparahannya ditandai pengibaran bendera ISIS di penjuru Marawi, Filipina.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas