Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pemuka Muslim Ini Jadikan Rumahnya Tempat Evakuasi Pemeluk Kristen Marawi

Kelompok Maute menghancurkan banyak gedung dan menyandera pastor Katolik di Marawi

Editor: Choirul Arifin
zoom-in Pemuka Muslim Ini Jadikan Rumahnya Tempat Evakuasi Pemeluk Kristen Marawi
BBC
Norodin Alonto Lucman, pemuka Muslim, yang menampung dan melindungi pemeluk Kristen di rumahnya. 

TRIBUNNEWS.COM, MARAWI - Serangan kelompok bersenjata yang diduga terafiliasi dengan jaringan internasional ISIS di Kota Marawi, Filipina Selatan, telah memicu tengah gelombang pengungsian warga kota.

Ribuan warga berusaha menghindari kota Marawi untuk mencari tempat aman. Sebagian masih terjebak di dalam kota Marawi yang dikuasai kelompok afiliasi ISIS, Maute.

Di antara gelombang pengungsian itu, seorang pemuka Muslim bernama Norodin Alonto Lucman, dipuji karena membantu menyelamatkan dan mengevakuasi puluhan warga Kristen.

Pemerintah Filipina masih belum berhasil meredam kelompok yang ingin membentuk kekhalifahan ini meski dua minggu telah berlalu sejak kelompok bersenjata mengibarkan bendera kelompok ISIS di Marawi.

Kelompok Maute menghancurkan banyak gedung dan menyandera pastor Katolik di Marawi, kota dengan penduduk Islam terbesar di negara berpenduduk mayoritas Katolik.

Dalam gelombang pengungsian ini, sejumlah warga Muslim melindungi pemeluk Kristen di rumah-rumah mereka dan membantu mereka mengungsi.

Kisah yang paling inspirasional, menurut wartawan BBC Jonathan Head yang berkunjung ke Marawi baru-baru ini adalah Norodin Alonto Lucman.

Norodin sempat menyembunyikan lebih dari 70 pemeluk Kristen di rumahnya sebelum membantu mereka menyelamatkan diri akhir pekan lalu (03/06).

Ia mengajarkan mereka berteriak "Allahu akbar" (Tuhan maha besar) saat melalui pos-pos penjagaan.

Beberapa kali mereka ditanya apakah mereka Kristen dan mereka menyanggah sampai mereka tiba di tempat yang aman.

Saat mereka berjalan, semakin banyak penduduk sipil yang terjebak bergabung sampai terdapat lebih dari 160 orang, termasuk warga Muslim di kelompok itu.

Setelah 12 hari, mereka berhasil keluar dari daerah konflik, kawasan yang berbau busuk akibat banyak jenazah korban pertempuran.

Norodin -mantan polisi terkenal- mengatakan warga Muslim mempertaruhkan hidup mereka untuk melindungi rekan-rekan Kristiani mereka.

Ia mengatakan ia kenal dengan kelompok Maute yang mendatangi rumahnya dan meyakinkan mereka untuk pergi.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas