Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Seorang Remaja Alami Pendarahan Hebat di Kaki usai Berenang, Ternyata Hewan Kecil yang Melakukannya

Dilansir dari BuzzFeed, pada hari Sabtu (5/8/2017), ia memutuskan untuk mendinginkan diri setelah latihan football lewat cara menceburkan dirinya ke a

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, MELBOURNE - Lautan menjadi salah satu tempat yang masih menyimpan sejuta misteri. 

Dalamnya lautan belum bisa terjangkau oleh alat manusia tercanggih sekali pun, dan tentu saja tidak seperti di daratan, lautan tidak bisa ditembus menggunakan satelit.

Baca: Anak Buah Prabowo Puji Jokowi: Pemerintah Sekarang Beri Perubahan Lebih Baik Dibanding Terdahulu

Dan kengerian tersebut pun akhirnya dialami oleh seorang remaja 16 tahun berasal dari Australia yang bernama Sam Kanizay.

Dilansir dari BuzzFeed, pada hari Sabtu (5/8/2017), ia memutuskan untuk mendinginkan diri setelah latihan football lewat cara menceburkan dirinya ke air laut di Dendy Street Beach di Brighton, dekat Melbourne, Australia.

Setelah setengah jam menceburkan diri ke dalam air, ia merasa kakinya mati rasa, namun, ia mengira hal itu terjadi karena ia habis melakukan olahraga.

Tetapi, saat ia keluar dari air, ia baru sadar bahwa kakinya sudah dilumuri banyak darah.

Rekomendasi Untuk Anda

"Insting pertamaku adalah aku harus pergi ke atas bebatuan," ungkap Sam kepada The Age.

"Tetapi aku sadar bahwa tak mungkin hal ini terjadi padaku, karena pada saat itu hal ini benar-benar merata di seluruh kakiku."

Baca: Sadis, Anak SD Jadi Korban Bully Teman Sebayanya Hingga Tewas, Telinga Korban Disumbat Pakai Ini

"Aku tidak berpikir bahwa aku sedang dimakan."

Sam akhirnya berjalan pulang dan mencuci darah dari kakinya, tetapi darah tersebut tidak berhenti sama sekali.

Akhirnya ayahnya, Jarrod, membawanya ke rumah sakit.

"Saat itu ruang gawat darurat penuh dengan orang-orang yang bekerja di situ dan hanya bisa terkagum atas apa yang terjadi, lalu mereka mencari Google setelah itu, mencari penyebab yang terjadi.

"Mereka menemukan setidaknya 10 alasan berbeda hal ini terjadi tapi belum bisa menjadi solusi," ungkap Jarrod kepada The Age.

Sumber: Tribun Video
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas