Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hampir 400 Orang Tewas Dalam Pertempuran di Myanmar, Mayoritas Warga Muslim Rohingya

Hampir 400 orang tewas dalam pertempuran militer Myanmar terhadap militan Rohingya yang telah terjadi selama seminggu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hampir 400 Orang Tewas Dalam Pertempuran di Myanmar, Mayoritas Warga Muslim Rohingya
capture video
Bagai jatuh tertimpa tangga. Ribuan muslim Rohingya yang terusir dari tanah mereka di Myanmar dan mengungsi ke Banglades kini tak lagi punya tempat bernaung. 

TRIBUNNEWS.COM, COX'S BAZAR--Hampir 400 orang tewas dalam pertempuran militer Myanmar terhadap militan Rohingya yang telah terjadi selama seminggu.

Operasi militer ini sebagai balasan atas serangan militan Rohingya di lebih dari 30 lokasi, termasuk polisi, dan pos-pos perbatasan di barat Myanmar, bagian Rakhine Jumat lalu.

Operasi militer itu menewaskan 370 warga Rohingya, per Rabu (30/8/2017).

Artinya kini total 399 orang tewas, termasuk tentara, polisi, dan penduduk sipil yang terperangkap dalam pertempuran.

Baca: Sukabumi Jadi Lokasi Soekarno dan Jokowi Salat Idul Adha

Jumlah korban tewas ini adalah yang tertinggi dalam sejarah bentrokan antara aparat keamanan pemerintah Myanmar dan Rohingya.

Bukan itu saja. Kekerasan melalui operasi militer tersebut membuat sekitar 38.000 warga Rohingya telah menyeberang melarikan diri ke Bangladesh dari Myanmar.

Rekomendasi Untuk Anda

Demikian sumber-sumber PBB menyampaikan seperti dilansir TIME, Jumat (1/9/2017).

Baca: Umat Muslim Filipina Jadikan Idul Adha Ajang Kumpul Dana untuk Korban Konflik Marawi

"Saat 31 Agustus, 38.000 orang diperkirakan telah melintasi perbatasan ke Bangladesh," kata sumber-sumber PBB, pada hari ini.

Warga yang melarikan diri menyatakan dalam operasinya, melakukan pembakaran rumah serta kampung dan pembunuhan terhadap warga tidak bersalah etnis Rohingya.

Akhiri kekerasan

Sementara itu Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus, menyerukan agar kekerasan atas warga Rohingya segera diakhiri.

Paus menerima berita buruk tentang penganiayaan agama minoritas.

"Saya ingin mengungkapkan kedekatan penuh dengan mereka. Mari kita minta Tuhan menyelamatkan mereka dan memberi pria dan wanita kebaikan untuk membantu mereka, agar mereka mendapat hak-hak penuh."

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas