Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Memprihatinkan! 300 Ribu Orang Lakukan Eksodus, Begini Kondisi Pengungsi Rohingya

PBB telah meningkatkan perkiraan jumlah pengungsi dari data tersebut ke angka 300 ribu jiwa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Memprihatinkan! 300 Ribu Orang Lakukan Eksodus, Begini Kondisi Pengungsi Rohingya
AFP
Pengungsi Rohingya 

TRIBUNNEWS.COM - Jumlah warga Rohingya yang melakukan eksodus semakin bertambah.

Saat ini, mereka banyak yang melarikan diri sampai ke perbatasan Bangladesh, di barat laut Myanmar.

Dilansir dari Aljazeera, menurut seorang staf PBB yang ada di perbatasan Bangladesh, sejak pekan lalu, pengungsi Rohingya sudah mencapai 146 ribu jiwa.

Namun, angka tersebut terus bertambah secara besar-besaran.

PBB telah meningkatkan perkiraan jumlah pengungsi dari data tersebut ke angka 300 ribu jiwa.

Peningkatan perkiraan ini langsung dilontarkan oleh juru bicara Bangladesh untuk Program Pangan Dunia (WFP), Dipayan Bhattacharyya.

Baca: Dua Versi Sosok Pegawai BNN Cantik, Keluarga Sebut Pintar Menyanyi, Kakak Ipar Bilang Matre

Rekomendasi Untuk Anda

Kepada kantor berita Reuters, ia mengungkapkan bahwa kondisi pengungsi sungguh memprihatinkan.

Para pengungsi mengalami kekurangan gizi karena tidak ada makanan selama lebih dari sebulan.

"Mereka mengalami kekurangan gizi, mereka telah terputus dari makanan normal selama mungkin lebih dari sebulan," katanya

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa mereka pun terlihat kelaparan dan mengalami trauma.

Tidak hanya itu, kondisi pengungsi banyak yang mengalami sakit dan luka.

Bhattacharyya mengatakan, para pengungsi tiba di pengungsian melalui berbagai macam jalur, baik air maupun darat.

Baca: Cerita Kapolsek Menyamar Sebagai PSK, Anak Buahnya Sempat Ditawar Rp350 Ribu

Berbagai bantuan kemanusiaan pun sudah mulai masuk di wilayah ini.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas