Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kesaksian Wartawan BBC: Saya Melihat Desa Warga Rohingya Sengaja Dibakar

"Syarat untuk mengikuti perjalanan ini adalah kami harus selalu berkelompok, tak boleh jalan sendirian."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Kesaksian Wartawan BBC: Saya Melihat Desa Warga Rohingya Sengaja Dibakar
Jonathan Head/BBC
Di akun Twitternya, wartawan BBC Jonathan Head mengunggah foto rumah-rumah di Desa Gawdu Zara yang dibakar. 

"Seluruh rumah di desa ini habis terbakar hanya dalam waktu sekitar 20-30 menit."

Sengaja dibakar

Head mengatakan, saat kelompok wartawan berjalan memasuki desa, terlihat sekelompok anak muda berbadan kekar yang menenteng parang dan pedang.

"Ketika kami berusaha mewawancarai, mereka menolak direkam dengan kamera," ujarnya.

"Namun rekan saya, seorang warga Myanmar, bisa berbicara dengan mereka."

"Mereka mengaku warga Rakhine. Salah seorang di antaranya mengakui sebagai orang yang memulai membakar rumah-rumah di desa itu," sebut Head.

Pemuda itu pun mengaku bahwa aksi yang mereka lakukan dibantu oleh aparat kepolisian.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami masuk lebih jauh dan melihat madrasah yang atapnya juga terbakar. Api dengan cepat menyebar ke beberapa rumah di sekitarnya," ujar Head lagi.

"Tidak ada orang di desa ini. Orang-orang yang baru saja kami temui adalah pelaku pembakaran."

"Di jalan desa, kami melihat peralatan rumah tangga, mainan anak-anak, dan pakaian perempuan berserakan," ungkap dia lagi.

Head pun mengatakan, di tengah jalan rombongan wartawan menemukan jeriken bensin yang terserak. 

"Semua rumah di desa itu habis terbakar, yang terlihat hanya sisa-sisa puing berwarna hitam." kata Head.(Glori K. Wadrianto/BBC Indonesia)

Berita telah dipublikasikan Kompas.com dengan judul: "Saya Melihat Desa Warga Rohingya Sengaja Dibakar..."

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas