Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jeritan Santri Menangis dan Berteriak Minta Tolong Saat Kebakaran

Kebakaran terjadi di dekat pintu keluar dan masuk asrama santri di lantai atas gedung belantai tiga.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Jeritan Santri Menangis dan Berteriak Minta Tolong Saat Kebakaran
AP
Ponpes terbakar 

Dia mengatakan petugas pemadam menemukan 13 tubuh meringkuk dalam tumpukan pada sudut kanan asrama di ponpes.

Sedangkan delapan lainnya ditemukan di sudut kiri asrama dan satu di tengah-tengah dekat tangga.

Media lokal menunjukkan gambar tempat tidur di asrama yang menghitam terbakar.

Seorang penduduk sekitar, Nurhayati Abdul Halim, mengatakan kepada media lokal bahwa dia melihat anak-anak menangis dan teriak untuk meminta bantuan saat si jago merah melahap ponpes.

"Saya melihat tangan mereka sedikit keluar dari jendela, menangis meminta bantuan."

"Aku mendengar mereka berteriak dan menangis, tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa. Api yang membakar terlalu besar bagi saya untuk melakukan apa-apa," kisahnya sedih.

Dia menambahkan bahwa ponpes tersebut telah beroperasi di daerah mereka selama setahun terakhir.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Menteri kesejahteraan perkotaan Melaysia, Noh Omar mengkritisi arsitektur bangunan ponpes yang seharusnya lantai atas terbuka untuk memungkinkan akses ke dua tangga keluar.

Namun dia mengatakan sebuah dinding dibangun membagi lantai itu, berakibat hanya satu jalan keluar di asrama ponpes tersebut.

Ponpes Darul Qur'an Ittifaqiyah adalah pusat pendidikan agama Islam milik pribadi, dikenal sebagai sekolah "tahfiz" , anak-anak Muslim, terutama anak-anak untuk belajar dan menghafal Al-Qur'an. (AP)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas