Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jusuf Kalla: Agama Bukan Akar Penyebab Konflik

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menegaskan bahwa agama bukanlah penyebab terjadinya konflik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Dewi Agustina
zoom-in Jusuf Kalla: Agama Bukan Akar Penyebab Konflik
Istimewa
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat berbicara di hadapan sekitar 300 peserta World Leaders Forum di Columbia University, New York, Jumat (22/9/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menegaskan bahwa agama bukanlah penyebab terjadinya konflik.

Penegasan tersebut disampaikan Jusuf Kalla saat berbicara di hadapan sekitar 300 peserta World Leaders Forum di Columbia University, New York, Jumat (22/9/2017).

"Dari pengalaman langsung menangani proses rekonsiliasi dan perdamaian, saya pelajari bahwa agama bukan penyebab konflik, tapi ketidakadilan lah akar penyebabnya," kata JK.

JK menyampaikan makalah dengan judul Middle Path Islam for Harmony and Peace: The Indonesia Experience.

JK mengatakan memang agama dipakai untuk membenarkan dan memperkeruh konflik. Hal ini merupakan tantangan dalam suasana keberagaman seperti Indonesia.

Tapi dari pengalaman mengatasi berbagai konflik komunal seperti di Ambon dan Poso, ketidakpuasan dalam memandang keadilan adalah prima causa dari konflik tersebut.

Baca: Gunung Agung Berstatus Awas, Seluruh Warga pada Radius 12 Km Harus Mengungsi

Rekomendasi Untuk Anda

Wapres JK juga menyinggung tentang kesalahan cara pandang yang mengasosiasikan Islam sebagai akar ekstrimisme dan terorisme.

Ditegaskan bahwa umat Muslim juga mengecam keras aksi-aksi teror seperti halnya umat lain di seluruh dunia.

"Terkadang kita lupa bahwa korban dari aksi terorisme juga adalah umat muslim, kita juga lupa bahwa para teoris yang mengklaim sedang berjihad adalah sebenarnya orang-orang yang tidak menjalankan ajaran agama Islam secara benar dalam kehidupan kesehariannya. Kita lupa bahwa mereka yang disebut umat Islam dan melakukan aksi teror jumlahnya sangat sedikit dibanding umat Islam yang cinta damai," kata JK.

Dalam menghadapi berbagai tantangan ini, sebagai bagian dari komunitas global, menurut Wapres JK, Muslim dan non-Muslim memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan perdamaian.

JK menekankan perlunya membangun jembatan dialog antar-negara dan masyarakat.

Baca: Setiap Habis Pijat, Sumiati Berikan Pil PCC kepada Pasien, Katanya Bagus untuk Tulang

Saling menyalahkan atas berbagai konflik hanya akan menghasilkan respon yang kontra-produktif.

JK juga berbagi inisiatif yang telah dimainkan Indonesia dalam penanganan konflik.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas