Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Dalam gambar: Letusan Gunung Agung, Bali, tahun 1963

Sejumlah warga di Bali masih mengingat saat-saat dunia mereka berubah, seiring meletusnya Gunung Agung, pada Februari 1963 - simak sejumlah

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Sejumlah warga di Bali masih mengingat saat-saat dunia mereka berubah, seiring meletusnya Gunung Agung, pada tahun 1963.

Berikut ini adalah foto-foto di berbagai pelosok bali, khususnya yang direkam pada 1 April 1963, hampir dua pekan setelah letusan besar, pada 17 Maret 1963.

Ribuan warga terusir dari rumah dan kampung mereka yang dihancurkan letusan gunung, dan harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Robert F. Sisson/National Geographic/Getty Images
Ribuan warga terusir dari rumah dan kampung mereka yang dihancurkan letusan gunung, dan harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Berbagai pertanda sudah muncul sejak awal, sebelum kemudian terdengar dentuman keras pada 18 Februari 1963, diikuti kepulan asap yang membumbung dari puncak Gunung Agung.

Lahar mulai mengair keluar pada 24 Februari. Namun baru pada 17 Maret 1963, Gunung Aung meletus dengan hebat.

Bali tiba-tiba gelap dan seluruh kawasan tertutup abu.

"Malam (seolah) terjadi dua kali, jam dua sudah gelap tak keliatan apa-apa. Gelap gulita, anak-anak dipulangkan," cerita Ida Peranda Kania.

Saat letusan terjadi, ia sudah menjabat sebagai kepala SD Sanglah, Badung Utara, yang terletak sekitar 50 kilometer dari kawasan bencana.

Rekomendasi Untuk Anda

Letusan itu memuntahkan lahar dan bebatuan hingga 8-10 km ke udara.

Lahar panas dan bebatuan kemudian menerjang desa-desa sekitar menewaskan 1500an orang.

Para petani warga sebuah desa, mengangkut sebuah rumah, untuk memindahkannya ke tempat lebih aman, melintasi abu dan debu yang dimuntahkan Gunung Agung.
Robert F. Sisson/National Geographic/Getty Images
Para petani warga sebuah desa, mengangkut sebuah rumah, untuk memindahkannya ke tempat lebih aman, melintasi abu dan debu yang dimuntahkan Gunung Agung.

Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, baru lulus Sekolah Rakyat (setaraf SD) saat letusan dan ikut merasakan gelap.

"Tiba tiba seluruh Bali gelap, saya di Buleleng (sekitar 110 kilometer dari Besakih, yang terletak di kaki Gunung Agung) ikut gelap," kata Mangku Pastika kepada para wartawan Senin (25/09).

Nyoman Adi Wiryatama - ketua DPRD Bali- yang saat itu berusia delapan tahun juga mengenang gelapnya kondisi saat itu.

"Hujan pasir tambah deras... Dibilang dunia mau kiamat, selesailah dunia ini, cerita orang tua," kata Adi kepada BBC Indonesia.

Men carry remnants of a destroyed home after a volcanic eruption, Selat, Bali, Lesser Sunda Islands, Indonesia (Photo by Robert F. Sisson/National Geographic/Getty Images
Robert F. Sisson/National Geographic/Getty Images
Para pengungsi menyelamatkan barang-barang yang bisa dibawa dari rumah-rumah mereka yang harus ditinggalkan akibat letusan gunung Agung 1963.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas