Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polemik Jasa Cuci Pakaian Khusus Melayani Warga Muslim di Malaysia

Sultan Johor, Ibrahim Ibni Sultan mengecamnya sebagai praktik kaum ekstremis Taliban di Afghanistan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Polemik Jasa Cuci Pakaian Khusus Melayani Warga Muslim di Malaysia
The Malaysian Insight/Hasnoor Hussain
Apakah kebersihan berkaitan dengan ketuhanan? Masyarakat Malaysia mendapat tantangan itu dari kontroversi jasa cuci baju khusus untuk pemeluk agama Islam. 

"Begitu banyak orang Cina yang marah ketika mereka melihat jasa cucian baju 'hanya untuk Muslim'," tulis salah satu cuitan populer lainnya. "Orang-orang Cina tidak pernah melihat rumah atau kamar untuk disewakan 'hanya untuk orang Cina'?

Namun ada juga yang berpendapat bahwa siapa pun berhak untuk menyediakan jasa bagi kalangan ekslusif saja - meski tidak semuanya setuju.

"Isu jasa cucian ini bukan karena dia membatasi pasarnya. Masalahnya, dia bilang dia 'mengutamakan kesucian' -secara tidak langsung dia menyebut pakaian non-Muslim tidak suci," tulis pengguna twitter lain.

Tak lama setelah itu, banyak warga Malaysia, baik Muslim maupun non-Muslim, mengungkapkan kekecewaannya atas kabar tersebut. - termasuk Sultan Ibrahim yang menyebut bahwa keluarga kerajaan "sangat terkejut" dengan kejadian tersebut. Dia memerintahkan binatu untuk menghentikan diskriminasi segera atau berisiko ditutup.

Menyusul teguran Sultan Ibrahim, pemilik jasa cucian baju kemudian meminta maaf dan memindahkan papan nama di depan toko.

Meskipun sebagian besar sultan di Malaysia hanya merupakan kepala pemerintahan seremonial dan tidak memiliki wewenang untuk memutuskan kebijakan, mereka tetap memiliki pengaruh politik yang cukup besar.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas