Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hari Ini Jumat Tanggal 13 Disebut-sebut Hari Angker dan Bawa Sial, Anda Percaya?

Tapi di bawah bayang-bayang katedral, saya bersua seorang perempuan yang mengaku percaya pada tulah Jumat tanggal 13.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Hari Ini Jumat Tanggal 13 Disebut-sebut Hari Angker dan Bawa Sial, Anda Percaya?
BBC

Jumat dan angka 13 memang sudah tidak beruntung dari sananya, kata Steve Roud, penulis The Penguin Guide to the Superstitions of Britain and Ireland.

"Karena hari Jumat adalah hari penyaliban, hari Jumat selalu dianggap sebagai hari penebusan dosa dan berpantang," katanya.

"Keyakinan religius ini tumpah ke ketidaksukaan orang pada umumnya untuk memulai sesuatu - atau melakukan sesuatu yang penting - pada hari Jumat."

Sekitar tahun 1690-an, mulai beredar kepercayaan urban bahwa berkumpul sekitar meja sebanyak 13 orang atau dalam kelompok merupakan hal yang naas, katanya.

Lagram mengatakan teori di balik "13 sebagai angka sial" mencakup jumlah orang yang hadir pada Perjamuan Terakhir atau jumlah penyihir yang berkumpul untuk melakukan sesuatu.

"Orang-orang di zaman Victoria yang tertarik dengan cerita rakyat mencampur-adukan hari Jumat dan angka 13 bersama-sama untuk menciptakan legenda hari sial ini," kata penulis the Country Wisdom and Folklore Diary itu.

Kembali ke bangku taman, suami isteri Hemmer dapat menceritakan begitu banyak takhayul lain, mulai dari kucing hitam hingga tangga dan celah di trotoar. Tapi dari mana asal-usulnya?

Rekomendasi Untuk Anda

"Takhayul berasal dari masa ketika kehidupan tidak pasti dan orang merasa tidak memiliki kendali atas kehidupan," kata Roud.

"Ada anggapan bahwa takdir adalah sesuatu yang bisa dikendalikan dengan melakukan hal-hal yang mujur atau menghindari hal-hal yang naas.

Orang yang mengaku percaya, seperti Marin dan teman-temannya yang tak percaya, Diardu Georgia dan Alina Gheorghita, memebri contoh

"Jika sesuatu yang buruk akan terjadi maka ketuklah kayu agar hal itu tidak terjadi pada kita," kata Diaconu.

Marin mengatakan dia takut pada kucing hitam: "Jika saya melihat seekor kucing hitam, saya akan mundur tiga langkah."

Takhayul diyakini karena dipelajari dari orang lain dan bertahan karena sama baiknya dengan strategi lain ika terjadi situasi di luar kendali kita, kata Michael Aitkin, dosen psikologi di Kings College London.

"Apapun tindakan yang dilakukan individu sebelum mereka mengalami sesuatu yang bermanfaat, bisa menjadi perilaku takhayul, yang kemudian diulang bahkan jika hal itu tidak terkait dengan hal apapun yang bermanfaat," katanya

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas