Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Sport
LIVE ●
BBC

Apa resep sukses kontingen atlet difabel Indonesia?

Kontingen Indonesia berhasil menyandang predikat juara umum ASEAN Para Games 2017, pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara untuk atlet difabel.

Tribun X Baca tanpa iklan

Tahun depan, tepatnya pada 8 hingga 16 Oktober 2018, Indonesia akan menjadi tuan rumah Para Games di tingkat Asia dan berkompetisi di 17 cabang olahraga.

Sejumlah atlet, termasuk Guntur, menyatakan siap untuk kembali membela Indonesia. Meski demikian, agar Indonesia bisa berjaya di tahun-tahun mendatang, regenerasi harus sudah disiapkan.

"Saya sudah berusia 34 tahun. Untuk berkompetisi di tingkat internasional, mungkin masih bisa dua, tiga tahun lagi. Calon-calon pengganti saya sudah ada, usianya 18 tahun," kata Guntur.

Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, para atlet difabel merasa percaya diri dapat mengharumkan nama Indonesia dalam kompetisi tahun depan. Apalagi, jurang pemisah dalam wujud penghargaan antara atlet difabel dan non-difabel kini telah tiada, sebagaimana dipaparkan Setyo Budi Hartanto, atlet difabel yang meraih dua medali emas dan memecahkan satu rekor pada ASEAN Para Games di Kuala Lumpur.

"Saya sudah mengikuti olah raga difabel sejak 2004, kita masih dibedakan dengan atlet non-difabel dalam bentuk tempo pelatnasnya, nominal-nominalnya, penghargaannya. Tahun ini, Alhamdullilah sudah disamakan. Honor sama, transportasi sama, pelatnas temponya lama. Kalau dulu, ah masa dianggap gimana gitu. Seadanya. Bersyukur atlet difabel sekarang," tutupnya.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas