Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rela Tak Temui Ayahnya saat Terakhir Demi Selamatkan Pasien, Ini Kisah Haru Pengorbanan Dokter Ini

Seperti kisah dokter yang satu ini, ia rela mengorbankan waktunya untuk tidak melihat ayahnya untuk terakhir kali karena harus mengoperasi pasiennya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Tinwarotul Fatonah
zoom-in Rela Tak Temui Ayahnya saat Terakhir Demi Selamatkan Pasien, Ini Kisah Haru Pengorbanan Dokter Ini
World of Buzz
Dokter berkorban demi pasiennya. 

TRIBUNNEWS.COM - Bekerja sebagai dokter memang dikenal profesi yang sangat mulia karena dapat menyelamatkan nyawa orang lain.

Bahkan dokter juga tidak akan mementingkan dirinya sendiri dan berkorban untuk bisa menyelamatkan nyawa pasiennya.

Seperti kisah dokter yang satu ini, ia rela mengorbankan waktunya untuk tidak melihat ayahnya untuk terakhir kali karena harus mengoperasi pasiennya.

Merinding! Datangi Gedung Sekolah yang Sudah Lama Kosong, Pria ini Melihat Sesuatu yang Aneh!

Ia bisa saja meninggalkan tanggung jawabnya demi kewajibannya sebagai seorang anak, namun ia tidak memilih itu.

Ia memutuskan untuk tetap menyelesaikan opersai tersebut.

Melansir dari World of Buzz pada Senin (6/11/2017), dokter yang berhati mulia ini bernama Zhang Xinzhi (55) dari Anhui, Cina, dan ia menyadari bahwa ayahnya juga dalam kondisi yang kritis.

Rekomendasi Untuk Anda

Beredar Video Survey Harga PSK di Jakarta, Netizen: Masa Mahalan Harga Kambing Daripada Manusia

Sebelum melakukan operasi, Zhang mengunjungi sang ayah dan mengatakan bahwa dirinya dibutuhkan segera di ruang operasi.

Sang ayahpun mau mengerti dan memberinya senyuman serta anggukan sebelum Zhang pergi.

Namun, saat ia bersiap untuk operasi, Zhang menerima kabar bahwa ayahnya telah meninggal dunia.

Zhang saat menjalani operasi
Zhang saat menjalani operasi (World of Buzz)


Biasa Dipuji, Foto Selfie Raisa Bareng Suami ini Panen Komentar Nyinyir

Zhang pun memutuskan untuk tetap kuat dan menahan air matanya untuk tetap melanjutkan operasi terlebih dahulu karena ia sadar dengan tanggung jawabnya atas kehidupan pasiennya.

Selama operasi berlangsung, dia menerima beberapa panggilan telepon genggamnya namun terus diabaikan.

Ia lebih memilih untuk memusatkan perhatiannya pada sang pasien.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas