Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gempa di Perbatasan Iran-Irak Sudah Tewaskan 348 Orang, Diperkirakan Terus Bertambah

"Banyak pasien dan staf rumah sakit yang terkubur di balik puing-puing reruntuhan rumah sakit, jadi penanganan medis tidak bisa dilakukan,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Gempa di Perbatasan Iran-Irak Sudah Tewaskan 348 Orang, Diperkirakan Terus Bertambah
(The Guardian/Getty Images/Anadolu Agency)
Bangunan rusak akibat gempa di Sulaimaniya, Irak. (The Guardian/Getty Images/Anadolu Agency) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania

TRIBUNNEWS.COM, TEHRAN - Gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter yang terjadi di perbatasan Iran-Irak dikatakan sudah menewaskan 348 orang dan diperkirakan masih terus bertambah.

Gempa mengguncang daerah perbatasan Iran-Irak, Minggu (12/11/2017) pukul 21.18 waktu setempat, menurut Badan Survei Geologi AS (USGS).

Baca: Polisi Hentikan Interogasi Karena Tersangka Kentut Berulang Kali

Titik gempa dikatakan berpusat di daerah pegunungan terpencil di Irak, sekitar 200 kilometer sebelah barat laut Baghdad dan 400 kilometer sebelah barat Tehran.

Media berita milik pemerintah Iran, IRNA, menyebutkan bahwa korban tewas sudah mencapai setidaknya lebih dari 340 orang, Senin (13/11/2017).

Baca: Suasana Haru Seorang Wanita Bertemu Pria Penerima Donor Wajah Mendiang Suaminya

Rekomendasi Untuk Anda

Sedangkan, sudah ada 5.953 orang yang dinyatakan mengalami cedera.

Otoritas setempat mengatakan korban tewas diperkirakan akan terus bertambah seraya operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) mencapai daerah-daerah terpencil Iran.

Gempa juga dikatakan Palang Merah Iran telah membuat lebih dari 70 ribu orang membutuhkan tempat pengungsian darurat.

Provinsi Kermanshah menjadi daerah yang paling terdampak parah gempa, di mana lebih dari 236 orang meninggal dunia di Kota Sarpol-e-Zahab, yang berjarak 16 kilometer dari perbatasan Irak.

Baca: Hiu dari Zaman Dinosaurus Ditemukan, Begini Penampakannya

Keadaan diperparah oleh keberadaan rumah sakit yang terbatas di Sarpol-e-Zahab, sehingga penanganan ratusan korban cedera sulit untuk dilakukan.

"Sarpol-e-Zahab hanya memiliki satu rumah sakit, yang hancur akibat gempa itu," jelas seorang anggota parlemen setempat, Farhad Tajari.

"Banyak pasien dan staf rumah sakit yang terkubur di balik puing-puing reruntuhan rumah sakit, jadi penanganan medis tidak bisa dilakukan," lanjutnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas