Logo 60 Tahun Persahabatan Indonesia-Jepang Mulai Dipublikasikan
Logo 60 tahun perayaan persahabatan antara Indonesia-Jepang telah dipublikasikan sejak Minggu (12/11/2017) di Manila Filipina.
Editor: Dewi Agustina

Selain itu, Perdana Menteri Abe menyambut baik upaya kedua negara untuk kerja sama dalam pembangunan pulau terpencil.
Baca: Tri Atmi Cemas Sudah Tiga Minggu Tak Berkomunikasi dengan Anaknya yang Disandera di Mimika
Disamping menyatakan bahwa pembiayaan JICA (pemberian pinjaman ODA) diputuskan untuk pemeliharaan Pelabuhan Baru Patimbang dan pendirian industri universitas fasilitas kolaboratif di Universitas Gajah Mada, Kerjasama Badan Pengamanan Laut (Bakamla), yang bertujuan untuk segera melaksanakan proyek kerja sama seperti MRT, Perbaikan Cepat Saluran Batang Utara Pulau Jawa, Rencana Perbaikan Limbah Buatan, Proyek Energi dan lain-lain, penegakan kapasitas hukum maritim.
"Jepang juga ingin bekerja sama dengan Pertemuan Umum Majelis Umum IMF (Bank Dunia) di bulan Oktober tahun depan," ujarnya.
Selain itu Jokowi juga berharap kesuksesan Asian Games dan Abe menyatakan dukungan penuh kerjasamanya dalam Asian Games pada tahun 2018 dan ingin melanjutkan kerja sama infrastruktur dengan peringatan 60 tahun, tahun depan.
Kedua pemimpin tersebut juga bertukar pandangan mengenai situasi regional termasuk masalah Laut Cina Selatan dan Korea Utara dan sepakat bahwa mereka akan bekerja sama di masa depan.
Sehubungan dengan isu Korea Utara khususnya, Perdana Menteri Abe mengatakan bahwa pada pertemuan puncak ASEAN tersebut ingin berkolaborasi untuk mengeluarkan pesan yang kuat untuk meningkatkan tekanan keras terhadap Korea Utara.
Sedangkan Jokowi menyatakan keprihatinannya tentang pergerakan pembangunan nuklir dan rudal, yang dengan tulus ingin menanggapi peluncuran rudal tersebut, menyatakan bahwa Indonesia ingin secara ketat menerapkan resolusi Dewan Keamanan.
Juga, Perdana Menteri Abe meminta pengertian dan kerja sama dalam masalah penculikan tersebut.