Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Paus Fransiskus Minta Myanmar Berkomitmen Hormati Hak Asasi Manusia

Paus Fransiskus menegaskan rekonsiliasi atas konflik sipil di Myanmar hanya bisa berlangsung melalui komitmen menghormati hak asasi manusia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Paus Fransiskus Minta Myanmar Berkomitmen Hormati Hak Asasi Manusia
AFP
Paus Fransiskus 

TRIBUNNEWS.COM, NAYPYIDAW-- Paus Fransiskus menegaskan rekonsiliasi atas konflik sipil di Myanmar hanya bisa berlangsung melalui komitmen menghormati hak asasi manusia.

"Proses sulit rekonsiliasi nasional hanya dapat maju melalui komitmen untuk keadilan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia," tegas Fransiskus usai bertemu pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi.

"Perbedaan agama tidak perlu menjadi sumber perpecahan dan ketidakpercayaan, tapi menjadi kekuatan kesatuan, pengampunan, toleransi dan kebijakan membangun bangsa ," imbuh Paus lebih lanjut.

Kunjungan Paus ke Myanmar datang setelah terjadi gelombang eksodus lebih 620.000 warga Rohingya dari negara bagian Rakhine ke ujung selatan Bangladesh. Ini terjadi setelah terjadi tindakan kerasan militer.

Baca: Pemprov DKI Jakarta Akui Kurang Sosialisasi Soal Dana Hibah Tempat Ibadah

Kunjungan kali ini akan menjadi lawatan pertama Paus Fransiskus ke Myanmar, yang mayoritas penduduknya menganut ajaran Budha.

Paus Yohanes Paulus II pernah mengunjungi Bangladesh, yang mayoritas penduduknya Muslim, pada 1986.

Rekomendasi Untuk Anda

Kunjungan paus ke Myanmar berlangsung pada saat sangat penting. Ketegangan sedang berlangsung antara para penganut ajaran Budha dan kelompok minoritas Muslim Rohingya.

Militer bahkan sempat sempat terlibat bentrokan sengit dengan para pemberontak Rohingya.

Para aktivis Rohingya mengatakan militer menyerang desa-desa Rohingya sehingga membuat ribuan orang terpaksa mengungsi.

Baca: Jokowi Apresiasi Peningkatan Investasi Denmark ke Indonesia

Prasangka buruk terhadap Rohingya menyebar luas di Myanmar dan telah berlangsung lama.

Prasangka tersebut melatarbelakangi kekerasan-kekerasan sebelumnya yang berskala besar.

Ada sekitar 1 juta warga Rohingya di negara bagian Rakhine, namun mereka diperlakukan seperti imigran ilegal dari Bangladesh dan ditolak hak kewarganegraan mereka.

Hari Minggu, Paus mengecam penindasan terhadap Rohingya dan mendoakan agar mereka mendapat hak penuh di negaranya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas