Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemberitaan Krisis Rohingya Minim, Myanmar Diduga Bunuh Para Jurnalis di Rakhine

Hasil dokumentasi dan informasi yang dihimpun kemudian dikirim dalam bentuk foto, video, dan klip suara.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Pemberitaan Krisis Rohingya Minim, Myanmar Diduga Bunuh Para Jurnalis di Rakhine
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
BANTUAN PANGAN - Petugas mengawasi kontainer berisi beras bantuan yang menunggu bongkar muat kedi KM Cimbria di dermaga internasional PT Terminal Petikemas Surabaya (PT TPS), Surabaya, Kamis (21/9). Sebanyak 2.000 ton beras yang terkumpul dari masyarakat itu dikirim oleh organisasi nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT) bekerjasama dengan PT TPS dan PT Samudra Indonesia untuk pengungsi Rohingya di perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Menggunakan ponsel, para jurnalis lepas kemudian mengumpulkan informasi terkait penganiayaan, tindak kekerasan, dan insiden terkait lainnya, lalu mengirimkan informasi itu melalui internet.

"Pasukan keamanan memang menargetkan warga Rohingya yang kedapatan menyimpan ponsel untuk dibunuh," ucap Hossain lagi.

Sedangkan, Phil Robertson dari Human Rights Watch mengatakan bahwa absennya para jurnalis lepas Rohingya di Rakhine membuat informasi dari lokasi menghilang begitu saja.

"Dan inilah bagian penting yang hilang dari rangkaian upaya untuk memahami apa yang sedang terjadi di lokasi," kata Robertson.

"Sebab, sebagian besar lembaga kemanusiaan, jurnalis, dan kelompok-kelompok pengawas internasional tidak mendapat akses ke daerah utara Rakhine," jelasnya. (Sputnik News/The Guardian)

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas