Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Apa arti pertemuan dengan Pangeran Harry dan Meghan Markle bagi seorang perempuan dengan positif HIV?

Paida Mutopo merupakan orang yang lahir dengan HIV, dan bertemu dengan Meghan dan Pangeran Harry di Nothingham Inggris pada Sabtu (2/12) lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Paida Mutopo gugup ketika bertemu dengan Pangeran Harry dan tunangannya Meghan Markle.

Perempuan berusia 21 tahun yang lahir dengan HVI ini menceritakan tentang dirinya dalam pertemuan dengan pasangan Kerajaan Inggris dalam kunjungan resmi pertama mereka di Nottingham pada Sabtu (02/12).

"Saya tidak pernah menduga akan tiba hari dimana seseorang dari kalangan atas seperti Pangeran Harry akan mendukung masalah ini," kata dia pada Newsbeat.

"Itu sangat berarti bagi saya bahwa dia menyediakan waktunya dan bekerja dengan orang yang terinfeksi dengan penyakit ini."

Paida berbicara dengan pasangan tersebut ketika mereka berkunjung ke Pusat Pameran Kontemporer Nottingham untuk menghadiri acara peringatan Hari Aids Sedunia.

"Saya masih tidak percaya bahwa ini kenyataan," kata Paida, yang telah diakui kerjanya dalam meningkatkan kepedulian terhadap HIV, yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

"Saya sangat gugup sampai mereka mulai berbicara kepada saya dan mereka benar-benar mengetahui kerja saya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mereka merupakan pasangan yang menyenangkan dan saya tahu mereka bersemangat mengenai peningkatan kepedulian dan berupaya untuk mengatasi stigma seputar HIV.

"Saya tidak mendapatkan diagnosa sampai saya berusia 10 tahun. Saya sakit dan ibu saya tidak mengetahui apa yang terjadi.

"Jadi dia melakukan tes pada saya. Saat itu kami mengetahui bahwa saya dan ibu saya positif HIV."

Tanpa penanganan, HIV secara perlahan menghancurkan sistem kekebalan tubuh saya, artinya semakin berat untuk melawan infeksi. Dalam sejumlah kasus Aids dapat berkembang.

"Hari Aids Dunia sangat berati bagi saya," kata Paida, yang berasal dari Manchester.

"Saya memiliki sejumlah anggota keluarga yang meninggal karena stigma tak ingin menjalani tes untuk HIV dan tidak ingin meminum obat."

Pangeran Harry dan penyanyi AS Rihanna
Getty Images
Pangeran Harry dan penyanyi AS Rihanna bekerja sama untuk mengajak orang menjalani tes HIV.

Sekitar 35 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat penyakit terkait dengan HIV sejak virus itu pertama kali diidentifikasi pada awal 1980an, menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas