Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

ISIS Lancarkan Serangan Bom Bunuh Diri di Pusat Intelijen Afghanistan, 6 Orang Tewas

Serangan bom bunuh diri diklaim dilancarkan Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) terhadap dinas intelijen Afghanistan di Kabul.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in ISIS Lancarkan Serangan Bom Bunuh Diri di Pusat Intelijen Afghanistan, 6 Orang Tewas
Tribun Jogja/Khaerurreza
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, KABUL - Serangan bom bunuh diri diklaim dilancarkan Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) terhadap dinas intelijen Afghanistan di Kabul.

Kantor berita AFP Senin (25/12/2017) melaporkan, serangan bom bunuh diri tersebut terjadi di jalan utama depan gedung Direktorat Keamanan Nasional Afghanistan (NDS).

Baca: Prajurit TNI Perkenalkan Tari Piring Kepada Siswa Sekolah di Lebanon

Jurubicara kementerian dalam negeri, Najib Danish memaparkan, pelaku bom bunuh diri menyamar sebagai pekerja konstruksi.

Dia meledakkan diri ketika tiba di depan gedung utama NDS.

"Aksinya menewaskan enam warga sipil," terang Danish.

Keenam warga sipil itu tewas dalam mobil sedan Toyota ketika sedang melintasi jalan saat peristiwa itu terjadi.

Rekomendasi Untuk Anda

Danish melanjutkan, selain korban tewas, ledakan itu juga mengakibatkan tiga orang terluka.

Sementara kementerian kesehatan memberikan fakta lain, hanya satu orang yang dilaporkan terluka terkena ledakan.

Baca: Putra Rodrigo Duterte Mengundurkan Diri Dari Jabatan Wakil Wali Kota, Ini Alasannya

Jurubicara deputi kementerian dalam negeri, Nasrat Rahimi berkata, ledakan terjadi di markas utama NDS di kawasan Shash Darak.

ISIS, lewat media propagandanya, Amaq, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

"Operasi mati sebagai martir kembali digelar dengan target markas utama NDS di Kabul," demikian pernyataan Amaq.

Bom bunuh diri itu terjadi tepat sepekan pasca-serangan yang dilakukan sekelompok anggota ISIS ke pusat pelatihan intelijen NDS di Afshar (18/12/2017).

Baca: Korea Utara: Sanksi Baru PBB Adalah Deklarasi Perang

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas