Kisah kaum muda Amerika Serikat yang baru memperoleh paspor
Pemegang paspor Amerika Serikat berhak mengunjungi 158 negara tanpa memerlukan visa. Kenyataannya, jumlah pemegang paspor AS di bawah 50% dari
"Kaum milenial lebih memilih menghabiskan uangnya untuk pengalaman ketimbang produk konsumsi," ujarnnya.
"Bagi mereka lebih baik memakai uang untuk sesuatu yang akan mendatangkan kenangan—atau foto Snapchat—ketimbang mobil atau sofa baru," tambahnya.
Penjabaran tersebut diamini kekasih Elijah, Margo. Ketika dia membuka kadonya, kekasihnya berkata: "Saya tahu kamu lebih suka pengalaman daripada barang-barang."
Asia Jones, perempuan berusia 20 tahun dari Maryland juga sependapat.
Asia bekerja sama dengan kaum difabel dan pada saat bersamaan bermimpi menjadi penulis. Dia telah memulai sebuah blog yang berfokus pada perjalanan dan kecantikan.
Paspor pertamanya muncul pada awal Januari dan, menurut rencana, akan digunakan bepergian ke Meksiko atau Belize sebulan kemudian.
Asia mengaku impiannya didorong oleh buku-buku yang dibacanya.
"Saya membaca banyak novel romantis—jatuh cinta dengan miliarder, keliling dunia. Saya adalah orang yang romantis sekaligus petualang," ujarnya.
Menurutnya, internet dan media sosial mempercepat perkembangan wisata.
"Dulu prinsipnya 'kuliah, menikah, dan hidup menetap' dan semacamnya. Sekarang prinsip itu berubah, berkembang, dan saya suka arahnya," kata Asia
"Walau generasi ini kadang-kadang keterlaluan, ke manapun kami pergi pastinya seru."
Walaupun jumlah pemegang paspor AS semakin banyak, 42% mungkin tampak kecil. Di Inggris, persentasenya jauh lebih tinggi.
Pada 2011, saat sensus diadakan, 76% warga Inggris dan Wales memiliki paspor. Hanya 17% yang tidak punya paspor sama sekali.
Hanya saja, seorang warga Amerika tanpa paspor sekalipun bisa menempuh perjalanan beribu-ribu kilometer ketimbang warga Inggris tanpa paspor.
Baca tanpa iklan