Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Hawaii Panik Dapat Kabar Ancaman Serangan Rudal Balistik

Warga dan pengunjung Hawaii merasa sangat terkejut menerima peringatan palsu di telepon selular yang mengatakan ada ancaman rudal balistik

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Warga Hawaii Panik Dapat Kabar Ancaman Serangan Rudal Balistik
CNBC
ILUSTRASI 

Pengguna ponsel menerima pesan tersebut pada pukul 08:07 (18:07 GMT): "Ancaman rudal balistik masuk ke Hawaii. Segera mencari tempat berlindung. Ini bukan latihan."

Setengah jam kemudian, baru dikirimkan koreksi yang berbunyi: "Tidak ada ancaman rudal atau bahaya bagi negara bagian Hawaii."

Apakah ada tindakan untuk mencegah hal ini terulang?

Salah satu masalahnya adalah sistem peringatan tidak memungkinkan adanya koreksi untuk dikirim dengan cepat ke ponsel.

Berdasarkan laporan New York Times, pejabat negara mengatakan "template pembatalan" akan dibuat untuk mengatasi masalah tersebut.

Selain itu, mulai saat ini, untuk mengirimkan pesan peringatan, dibutuhkan tandatangan dua orang sebagai persetujuan.

"Saya minta maaf atas rasa sakit dan kebingungan yang ditimbulkannya. Saya juga sangat kecewa dengan hal ini," kata Gubernur Ige.

Rekomendasi Untuk Anda

Vern Miyagi, administrator Hawai Emergency Management Agency, juga meminta maaf atas kesalahan yang tidak disengaja tersebut.

Program rudal dan nuklir Korea Utara dipandang sebagai ancaman bagi Amerika Serikat. Hawaii adalah salah satu negara bagian AS yang paling dekat dengan negara tersebut.

Pada September lalu, Pyongyang melakukan uji coba nuklir keenam.

Bulan lalu, Star-Advertiser melaporkan bahwa sebuah rudal yang diluncurkan dari Korea Utara dapat menyerang Hawaii dalam waktu 20 menit setelah diluncurkan.

Alhasil, Hawaii telah mempersiapkan kembali sirene peringatan era Perang Dingin. Selama tes bulan lalu, dilaporkan bahwa 93% di antaranya bekerja dengan baik, meskipun beberapa hampir tidak dapat didengar dan 12 lainnya keliru menyalakan sirene ambulans.

Barratut Taqiyyah Rafie/Sumber : BBC
 

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas