Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Seorang Nenek Tega Cekik Cucunya hingga Tewas di Hotel

Polisi mendapat informasi pada pukul 12.54 bahwa bocah tersebut mengalami koma di Hotel Beverly di Wan Chai, Hong Kong.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Seorang Nenek Tega Cekik Cucunya hingga Tewas di Hotel
Grid
Polisi mendapat informasi pada pukul 12.54 bahwa bocah tersebut mengalami koma di Hotel Beverly di Wan Chai, Hong Kong. 

TRIBUNNEWS.COM, HONG KONG - Seorang nenek di Hong Kong ditangkap polisi karena diduga membunuh cucunya.

Nenek itu diduga membunuh cucu laki-lakinya yang berusia enam tahun di sebuah kamar hotel setempat.

Dilansir Grid.id, peristiwa pembunuhan diduga terjadi pada hari Minggu (18/3/2018) dini hari.

Pembunuhan tersebut terjadi di hotel, yang terletak di Capital Building di Jalan Lockhart.

Tanda bekas cekikan ditemukan di sekitar leher anak laki-laki itu.

Baca: Arab Saudi Hukum Mati TKI Meski Permohonan Jokowi

Polisi mendapat informasi pada pukul 12.54 waktu setempat bahwa bocah tersebut mengalami koma di Hotel Beverly di Wan Chai, Hong Kong.

Rekomendasi Untuk Anda

Bocah laki-laki itu lalu dibawa ke rumah sakit.

Namun sayang, ia dinyatakan meninggal pada pukul 02.28 waktu setempat.

Pihak kepolisian melalui Inspektur Wan Kai-ming mengatakan sebuah benda ditemukan di lokasi kejadian.

Benda tersebut adalah tali panjang yang diyakini berasal dari ransel milik sang nenek.

Baca: WNA Perancis Laporkan Oknum Panitera Pengganti PN Jakut ke Ombudsman

Masih menurut pihak kepolisian, wanita 52 tahun tersebut sedang membawa cucunya berwisata keliling pulau Hong Kong.

Ia memesan hotel untuk beristirahat karena lelah.

Keduanya memesan kamar pada Sabtu (17/3/2018) sore.

Anak laki-laki itu berasal dari keluarga orang tua tunggal.

Dia tinggal bersama ibu dan neneknya di Yiu On Estate, sebuah komplek perumahan di daerah Ma On Shan, Sha Tin.

Polisi mengatakan anak itu menderita kelainan hiperaktif.

"Neneknya lebih sering merawat anak itu, karena ibunya harus bekerja," ujar seorang sumber.

Namun, Inspektur Wan menambahkan bahwa belum bisa dibuktikan apakah anak laki-laki atau sang nenek yang menderita gangguan mental.

Penulis: Rr Dewi Kartika H

Sumber: Grid.ID
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas