Tak Ada Sistem Sprinkler Atau Penyiram Api di Menara Trump Yang Terbakar di New York
Apartemen di Menara Trump di New York, yang terbakar Sabtu (7/4/2018) tidak memiliki sistem sprinkler atau penyiram air sebagai alarm
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau
TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Apartemen di Menara Trump di New York, yang terbakar Sabtu (7/4/2018) tidak memiliki sistem sprinkler atau penyiram air sebagai alarm ketika terjadi kebakaran.
Pemadam Kebakaran menjelaskan lantai bagian atas gedung tidak sprinklered.
Bangunan Menara Trump selesai dibangun pada tahun 1983, beberapa tahun sebelum sistem sprinkler diharuskan dimiliki di gedung-gedung tinggi di New York.
Baca: 5 Orang Terluka Setelah Gempa Bumi Guncang Jepang
Meskipun demikian pemilik gedung-gedung bertingkat yang usainya lebih tua, baik itu juga perumahan perlu menambahkan sistem sprinkler ketika renovasi besar dilakukan.
Pemadam kebakaran juga mengatakan lebih dari 200 petugas pemadam kebakaran bergegas ke tempat kejadian.
Mereka menemukan apartemen "sudah dikepung api, (tetapi) anggota secara heroik menerobos masuk kedalam."
Seorang laki-laki yang diidentifikasi sebagai Todd Brassner, usia 67 tahun, tewas dalam kebakaran di Menara Trump itu. Ia membeli apartemen di gedung itu pada 1996.
Selain itu enam pemadam kebakaran terluka ketika memadamkan api yang menyapu gedung pencakar langit tersebut.
Petugas pemadam kebakaran tetap di tempat kejadian Minggu (8/4/2018), membersihkan lokasi dan mencoba untuk menentukan penyebabnya.
Kebakaran terjadi segera setelah pukul 17.00 waktu setempat di gedung berlantai 58 itu.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memiliki rumah dan kantor di sana.
Komisaris Pemadam Kebakaran, Daniel Nigro mengatakan agen Secret Service atau paspampres AS didampingi petugas pemadam kebakaran sempat memeriksa kediaman Trump.
Namun saat kejadian anggota keluarga Trump tidak sedang berada di dalam gedung.
Baca: Pernyataan Partai Buruh Mengenai Senjata Kimia di Suriah Dikecam Publik Inggris
Tak lama setelah kabar kebaran terjadi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang berada di Washington, menuliskan "kicauannya" di Twitter.
"Kebakaran terjadi di Menara Trump. Kebaran yang terjadi sangat terbatas di satu bangunan dari bangunan besar. Pemadam kebakaran melakukan pekerjaan yang besar. TERIMA KASIH! "
Dilaporkan pula tidak ada anggota keluarga Trump di menara setinggi 664 kaki itu.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.