Menko PMK Bahas Kurikulum Islam Moderat Bersama Grand Sheikh Al Azhar
Pembahasan dilakukan untuk meminimalisasi penyebaran paham radikal dan mencetak dai-dai yang menyebarkan Islam moderat.
Penulis:
Srihandriatmo Malau
Editor:
Rachmat Hidayat
Menurut Puan, pengembangan pemikiran Islam moderat perlu dilakukan sejak dini dan bersama-sama. "Tidak hanya di dalam negeri tetapi sudah menjadi tanggung jawab seluruh tokoh agama Islam di dunia," ujar Menko perempuan termuda itu.
Grand Mufti mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia mendesain kurikulum pengembangan Islam moderat sejak dini dan menawarkan bantuan pengembangan kurikulum.
Grand Mufti memuji Pancasila yang disampaikan Puan dan menyambut baik rencana pembangunan Universitas Islam Internasional di Indonesia yang dapat memperkuat lembaga fatwa untuk menangkal penyebaran paham Islam radikal.
"Kami senang ada kerja sama yang baik terutama bagi pelajar Indonesia untuk belajar fatwa. Insyallah lembaga ini siap menyuplai bahan sebagai referensi," ujar Grand Mufti.
Grand Mufti menyampaikan, paham radikal ibarat orang yang meminta air bersih kepada orang yang ada di atas kapal.
Seharusnya orang itu meminta pada orang yang ada di atas kapal, tapi karena tidak ingin sulit, maka orang itu memilih melubangi kapal untuk mendapatkan air bersih tersebut. "Jika ini dibiarkan maka akan membahayakan semua penumpang kapal," tambah Grand Mufti.
Baca tanpa iklan