Ketua GKSB Indonesia-Korea Sambut Gembira Pertemuan Dua Korea
Pertemuan jadi tahap awal yang sangat mencerahkan sekaligus awal kerja keras baru dari sebuah perjalanan panjang dari proses perdamaian
Editor:
Eko Sutriyanto
Langkah ini harus berkelanjutan dan memperluas langkah baik menuju perkembangan berkelanjutan hubungan antar-Korea, perdamaian dan kemakmuran di semenanjung dan reunifikasi, seperti bunyi deklarasi yang disetujui.
Baca: Kim Jong Un Tulis Pesan di Buku Tamu saat Kunjungi Korea Selatan, Ahli Analisa Tulisan Tangannya
Terkait banyak pihak terkaget karena pertemuan berlangsung sangat hangat antar-keduanya, Evita menyebut sebenarnya hal itu tidaklah mengejutkan karena sebelumnya banyak upaya dilakukan Korsel maupun Korut dalam membangun komunikasi.
"Termasuk dengan hadirnya atlet olimpiade musim dingin Korut ke Korsel beberapa waktu lalu, kemudian kehadiran delegasi seni budaya Korsel ke Korut sebelum pertemuan keduanya berlangsung,' katanya.
Terkait dengan Indonesia, menurut Evita, tentu saja Indonesia sangat menaruh harapan tuntasnya konflik di Semenanjung Korea ini secara parmanen, sehingga mengurangi tensi yang sangat besar seperti selama ini di kawasan.
Indonesia memiliki hubungan baik dengan Korea Selatan maupun Korea Utara, dan memiliki pandangan yang sama bahwa perlunya denuklirisasi di semenanjung.
Diantara butir Deklarasi Panmunjeon disebutkan kedua negara sepakat secara aktif mendorong untuk mengadakan pembicaraan tiga-arah , yang melibatkan dua Korea dan Amerika Serikat, atau pembicaraan empat-arah, yang melibatkan dua Korea, AS dan China, untuk mendeklarasikan berakhirnya Perang Korea, mengubah gencatan senjata menjadi perjanjian damai dan membangun rezim perdamaian yang abadi. Kemudian menegaskan kembali tujuan bersama untuk mewujudkan Semenanjung Korea yang bebas nuklir melalui denuklirisasi menyeluruh.
Presiden Korsel Moon Jae-in sendiri dijadwalkan akan berkunjung ke Korea Utara pada musim gugur ini.
Selain itu, kedua negara juga sepakat membangun kantor penghubung bersama di Kaesong, menyelenggarakan reuni keluarga pada 15 Agustus, menghentikan tindakan bermusuhan di darat, laut dan udara terhadap satu sama lain, dan lainnya.
Baca tanpa iklan