Puluhan Orang Tewas Akibat Bendungan Patei di Kenya Jebol
Setidaknya sekitar 32 orang meninggal setelah hujan lebat yang berakibat jebolnya bendungan di Kenya.
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo
TRIBUNNEWS.COM, KENYA - Setidaknya sekitar 32 orang meninggal setelah hujan lebat yang berakibat jebolnya bendungan di Kenya.
Jebolnya bendungan menyapu rumah-rumah di area pertanian yang luas.
Musibah itu terjadi, Rabu (9/5/2018) dekat kota Solai, 190 kilometer barat laut Ibukota, Nairobi.
Baca: Pengambilan Sumpah Jabatan Mahathir Sebagai Perdana Menteri Malaysia Dilaksanakan Pukul 21.30
Para korban meninggal termasuk anak-anak dan perempuan yang terjebak di lumpur.
Palang Merah Kenya mengatakan sejauh ini mereka telah menyalamatkan 40 orang.
Lebih dari 2.000 orang dikatakan telah kehilangan rumahnya.
Pejabat setempat mengatakan dampak kerusakan sepenuhnya belum jelas.
Baca: Mahathir Mohamad Menang, Mbah Mijan: Indonesia Bisa Tiru Malaysia Jika Ingin Ganti Presiden
Ada ketakutan jumlah korban meninggal meningkat karena operasi penyelamatan masih terus berlanjut.
Hujan lebat di Kenya dan wilayah negara bagian lainnya terjadi setelah dilanda kekeringan parah.
Akibat peristiwa alam tersebut jutaan orang membutuhkan bantuan makanan.
Kepala polisi Negara Nakuru Gideon Kibunjah menuturkan bahwa 32 mayat telah ditemukan sejauh ini.
Termasuk 11 Mayat, sebagian besar wanita dan anak-anak tertutupi lumpur di perkebunan kopi.
Terlihat seperti mereka telah melarikan diri.
"Tidak bisa bertindak cepat karena terjangan banjir dari bendungan yang jebol," tambah petugas seperti dikutip BBC.