Ramadan: Apa yang terjadi pada tubuh Anda ketika berpuasa?
Secara umum puasa bagus buat kesehatan namun, menurut seorang konsultan di Cambridge, Inggris, dengan satu kondisi dan bukan untuk masa berbulan-bulan
Juga penting untuk menjaga keseimbangan gizi, dengan mengonsumsi protein, garam, dan tentu saja air.
Terbiasa - Hari 8-15
Pada tahap ketiga ini, Anda sudah bisa melihat peningkatan karena tubuh mulai menyesuaikan diri dengan puasa.
Dr Razeen Mahroof -seorang konsultan kedokteran di Rumah Sakit Addenbrooke di Cambridge- menjelaskan ada beberapa keuntungan lain dari puasa.
"Dalam kehidupan sehari-hari yang biasa, kita sering makan terlalu banyak kalori, yang bisa mencegah tubuh untuk melakukan tugas-tugas lain dengan baik, seperti menyembuhkan diri sendiri."
"Hal itu diperbaiki pada masa puasa, dengan memungkinkan tubuh untuk mengalihkan perhatian ke fungsi-fungsi lain."
"Jadi puasa bisa memberi manfaat baik bagi tubuh Anda dengan memfasilitasi penyembuhan sendiri dan juga mencegah serta memerangi infeksi," tambah Dr Mahroof.
Detoksifikasi- Hari 16-30
Pada setengah masa terakhir Ramadan, tubuh sudah sepenuhnya teradaptasi dengan proses puasa.
Usus besar, hati, ginjal, dan juga kulit menjalani periode detoksifikasi atau penetralan racun di dalam tubuh.
"Bagi kesehatan, pada tahap ini, organ tubuh seharusnya sudah berfungsi pada kapasitas maksimum. Ingatan dan konsentrasi Anda mungkin meningkat dan Anda juga mungkin memiliki tenaga lebih banyak," jelas Dr Mahroof.
"Tubuh Anda tidak lagi berpaling pada protein untuk energi. Hal tersebut terjadi ketika berada dalam 'kelaparan' dan menggunakan otot untuk tenaga, yang terjadi pada puasa panjang yang berkelanjutan selama sejumlah hari dan minggu."
"Karena puasa pada bulan Ramadan berlangsung dari subuh hingga magrib, cukup menjadi kesempatan untuk mengisi kembali tubuh kita dengan makanan dan cairan penghasil tenaga."
Jadi apakah puasa baik buat tubuh kita?
Ya, kata Dr Mahroof, namun dengan satu kondisi.
Baca tanpa iklan