Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Mengenal Syed Saddiq, generasi pemimpin baru Malaysia

Menolak tawaran bea siswa dari Universitas Oxford Inggris, Syed Saddiq memilih menjadi anggota parlemen dengan mendekati pemilih muda, antara

Tribun X Baca tanpa iklan

"Mereka peduli kepada masa depan. Sebelumnya mereka kemungkinan mengatakan hal yang sebaliknya. Ini karena mereka tidak menginginkan kehilangan pekerjaan dan keluarga mereka kemungkinan diancam. Jadi ketika mereka ditanyakan tentang suaranya, mereka berusaha netral dan selalu mengatakan 'saya tidak peduli'", dia menjelaskan.

Pada hari pemilihan umum pada tanggal 9 Mei lalu, Syed Saddiq mengatakan gelombang besar generasi muda memperlihatkan kekuatan mereka dengan memberikan suara kepada koalisi pihak oposisi.

"Saya menggambarkan gerakan ini sebagai "tsunami bisu Generasi Muda", kata Syed Saddiq Syed Abdul Rahman.

Kuncinya komunikasi

Saat ditanyakan bentuk strategi komunikasi yang dipakai untuk merebut hati dan pikiran generasi muda, anggota parlemen muda ini mengungkapkan dirinya banyak menggunakan media sosial seperti Instagram, Facebook dan Twitter untuk mendekati pemilih muda.

"Anda harus berteriak ke berbagai kelompok yang berbeda seperti pemuda yang baru lulus dan telah bekerja atau masih menganggur, mulai dari sekolah kejuruan sampai ke universitas," katanya.

Dia mendekati anak muda untuk mendorong mereka menyatakan diri. Dia menjelaskan bahwa tingkat pengangguran di Malaysia adalah empat kali lebih besar dari rata-rata nasional, sementara sebagian dari mereka dibebani utang sekolah.

"Saat saya mendirikan Kelompok Pemuda untuk partai, saya sering mengajak pimpinan kelompok yang tidak biasa ke dalam partai," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Misalnya, kelompoknya memiliki anggota yang terkenal di kalangan industri sepeda motor. Jadi dia dapat berbicara, misalnya ke puluhan ribu pengendara motor agar mendukung partai.

Beda umur bukan masalah

Dr. Mahathir menjadi perdana menteri tertua dunia setelah mencatat kemenangan bersejarah koalisi oposisi Pakatan Harapan. Pimpinan pemuda yang berusia 25 tahun ini mengatakan perbedaan umur antara anggota muda dengan yang lebih tua memang tidak perlu dipermasalahkan.

"Mahathir sangat mendukung wakil generasi muda. Bahkan saat menjadi perdana menteri selama sepuluh tahun, dia dikenal mengangkat banyak menteri muda, menteri senior usia muda pada posisi atas di pemerintahan," Syed menjelaskan.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas